BINTAN- Terhitung tanggal 17 Februari 2019, genap sudah 3 tahun perjalanan Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam MM dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dalam agenda sempena peringatan 3 Tahun Apri – Dalmasri ( ASRI ) yang digelar di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Senin (18/2) pagi, berbagai torehan prestasi mampu dicatatkan.
Dibidang Kesehatan, Apri-Dalmasri berhasil menggratiskan 53.412 masyarakat yang berobat di Puskesmas dengan hanya menggunakan fasilitas berobat e- KTP. Lalu, dibidang infrastruktur, mereka juga berhasil mewujudkan pembangunan jalan lintas timur serta pembangunan jembatan pengujan.
Sedangkan untuk bidang pariwisata, tahun 2018 terjadi lonjakan data wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bintan setidaknya hingga 200% lebih jika dibandingkan tahun 2016.
” Saat tahun 2016, wisatawan ke Bintan hanya menyentuh angka 370 ribuan wisatawan namun kunjungan tahun 2018 sudah mencapai 1 juta 100 ribuan. Artinya terjadi lonjakan yang sangat signifikan ” ujarnya
Sempena Peringatan 3 Tahun Apri – Dalmasri ( ASRI ) tersebut, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meluncurkan Gerakan Secanting Beras yang diwajibkan bagi ASN Bintan. Apri mengatakan terhitung 1 Maret 2019 pemkab akan gesa Gerakan Secanting Beras bagi ASN Bintan untuk saling berbagi. Setiap pekannya, 1 orang ASN membawa 1 canting beras untuk dikumpulkan dan akan diserahkan bagi masyarakat yang tidak mampu.
*)Pemkab Bintan Rehabilitasi Ratusan Ruang Kelas Selama Tahun 2018.
Selama tahun anggaran 2018 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan mencatat telah melakukan rehabilitasi 234 ruang kelas, 26 unit pembangunan ruang kelas baru serta 5 unit pembangunan perpustakaan sekolah. Pembangunan sekolah ini tersebar dibeberapa lokasi kecamatan Kabupaten Bintan.
Pembangunan infrastruktur bidang pendidikan termasuk prioritas yang menjadi hal penting karena menurutnya hal tersebut merupakan infrastruktur yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat seperti jalan, jembatan dan sekolah. Pemkab Bintan termasuk pemerintah yang fokus pada infrastruktur yang bisa dinikmati langsung masyarakat, seperti sekolah, jalan dan jembatan.
Pemkab Bintan juga menyadari masih diperlukan lebih banyak anggaran untuk bangun dan rehabilitasi sekolah di Bintan. Komitmen perbaikan infrastruktur sekolah akan terus dilakukan dan tentunya disesuaikan dengan porsi anggaran. Penataan infrastruktur pendidikan seperti pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan
rehabilitasi bangunan sekolah tentunya diprioritaskan bagi sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama yang menjadi
kewenangan Pemkab Bintan.
Selain itu perbaikan sarana dan prasarana sekolah seperti mebel dan toilet di setiap sekolah agar sekolah semakin baik.
*)Pasar Tumpah Mingguan Bisa Beri Solusi
Tidak hanya membangun infrastruktur, Pemkab Bintan juga menampung permasalahan yang dihadapi para petani. Permasalahan petani yang cukup urgen hingga saat ini adalah persoalan pemasaran hasil pertanian. Baik terkait harga pasar hingga pemasarannya.
Bupati Bintan mengatakan persoalan ini dialami hampir di semua tempat. Banyak solusi yang bisa dilakukan, salah satunya dengan membuat Pasar Mingguan yang pangsa pasarnya adalah masyarakat langsung.
“Persoalan yang sama hampir di semua daerah. Kami sendiri telah merumuskan beberapa hal, diantaranya mengenai pangsa pasar ini. Kita bisa membentuk Pasar Mingguan (seperti pasar tumpah) yang nantinya bisa menyentuh masyarakat langsung secara cepat dan kami juga bisa himbau ASN untuk bertransaksi di sana” terangnya.
Apri juga menambahkan bahwa saat ini sedang berjalan pembahasan dan pengkajian terkait peningkatan jumlah pendamping pertanian dan peternakan di Kabupaten Bintan. Tujuannya tak lain untuk daya saing para petani agar mampu maksimal dalam hal produksi baik kualitas maupun kuantitas.
Seluruh pengurus dan anggota Gapoktan Bintani berjumlah 143 orang. Gapoktan Bintani terdiri dari Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelompok Tani Karya Tani Jaya, Kelompok Tani Sumber Makmur, Kelompok Tani Utama I, Kelompok Tani Utama II, KWT Puspa Kenanga, KWT Bina Karya dan KWT Mekar Sari. Apresiasi juga diberikan atas laporan Keuangan administrasi yang sudah dikerjakan secara mandiri dengan cara manual oleh Gapoktan Bintani.
Ke depannya, Apri berharap segala permasalahan petani bisa selalu dilaporkan kepada perangkat Desa/Kelurahan agar nantinya bisa selalu dimusyawarahkan. Sekda Bintan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah butuh bantuan dan kerjasama masyarakat khsusunya petani untuk selalu menyampaikan semua aspirasi guna perkembangan serta kemajuan bidang pertanian di Bintan.***