Zonakepri.com-Sejumlah wilayah di Tanjungpinang yang berada di pinggiran laut telah dipergunakan untuk aktivitas bongkar muat secara ilegal.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tikus ini dilakukan secara sembunyi sembunyi dan dilakukan pada dini hari untuk menghindari masyarakat ataupun penangkapan oleh aparat penegak hukum.
Salah satu aktivitas bongkar muat di pelabuhan tikus yang terdeteksi masyarakat yakni di Jalan Salam bagian ujung di Km 8 atas Tanjungpinang.
Aktivitas bongkar muat barang secara ilegal di Pelabuhan tikus Jalan Salam ini diduga sudah berlangsung sekian lama. Namun tidak ada satupun yang terendus atau ditindak aparat penegak hukum.
Saat sejumlah warga melakukan pengecekan terkait kabar bongkar muat ilegal di Jalan Salam pada Rabu dini hari 26 November 2025 sekitar pukul 03.00Wib, memang terdapat aktivitas bongkar muat.
Sebuah kapal kayu terlihat sandar di pinggir laut dan ada sejumlah pekerja yang menurunkan sejumlah koli atau paket besar ke mobil lori yang telah standby di dekat kapal kayu.
“Pemilik barang maupun Nahkoda kapal sudah keluar. Kita hanya memindahkan barang plastik dari kapal ke lori untuk dibawa keluar,”sebut pekerja yang bongkar muat dengan terburu buru.
Salah satu warga An, mengaku resah atas aktivitas bongkar muat ilegal yang terkesan dibiarkan, sehingga aparat penegak hukum terkesan tutup mata.
An juga mendengar isu terkait adanya dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas ilegal ini. “Kalau memang benar, sangat disayangkan, karena tidak seharusnya oknum tersebut terlibat dalam hal yang merugikan negara ini,” kata An.
Harapannya pihak KSOP, Bea Cukai, dan Kepolisian segera memeriksa lokasi pelabuhan tikus ini, sekaligus menindak kapal ataupun pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas bongkar muat mencurigakan tersebut.
Mengingat sudah ada pelabuhan resmi untuk bongkar muat barang di wilayah Tanjungpinang. Kedepannya agar aktivitas bongkar muat barang dilakukan secara transparan dan tidak sembunyi sembunyi. (rul)