Zonakepri.com – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II terus menerus dan maksimal melaksanakan pengumpulan data teritorial di Wilayah Pertahanan II.
Pengumpulan data tersebut sekaligus melakukan sinkronisasi penanggulangan kebencanaan di wilayah teritorial tersebut.
Untuk itu, Asisten Teritorial (Aster) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E., M.HI melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim) pada 21 Apr hingga 24 April 2026.
Dalam siaran persnya, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu menegaskan kegiatan ini sejalan dengan tugas Kogabwilhan II sebagai penindak awal apabila terjadi konflik di wilayahnya, baik dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Selain itu katanya Kogabwilhan II juga berperan sebagai kekuatan penangkal terhadap ancaman dari luar serta pemulih kondisi keamanan negara yang terganggu, sesuai kebijakan Panglima TNI.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu juga melaksanakan silaturahmi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal, serta masyarakat setempat.
Selain itu, rombongan Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu meninjau secara langsung kondisi wilayah perbatasan.
Hal ini kata jenderal Bintan satu ini untuk memperoleh gambaran nyata terkait situasi keamanan dan potensi kerawanan.
Kepada sejumlah wartawan, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu mengaku pihaknya menerima berbagai saran dan masukan dari Forkopimda, instansi vertikal, serta masyarakat.
“Kita banyak menerima saran dan masukan l, baik dari Forkopimda maupun masyarakat setempat. Hal ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Kogabwilhan II, khususnya dalam mewujudkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), “urai Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu.
Di hadapan masyarakat dan Forkopimda setempat, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu membahas secara teknis sistem posko terpadu yang bekerja dalam sinkronisasi kebencanaan.
“Apa itu posko terpadu? Posko terpadu adalah pusat kendali semua kegiatan penanganan bencana di satu lokasi. Di sinilah semua informasi masuk, dianalisis, lalu diputuskan tindakannya, “urainya.
Pada kesempatan itu Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu menjelaskan cara kerja posko terpadu secara rinci.
“Adapun cara kerjanya pertama Pengumpulan Data, “katanya.
Ia memastikan bahwa semua sumber data dikumpulkan dari berbagai sumber.
“Data dari bersumber dari BMKG menyangkut cuaca, gempa dan angin, “sebutnya.
Kemudian katanya perlu menerima data dari tim lapangan dan laporan masyarakat menyangkut kondisi real wilayah.
“Kita juga membutuhkan sumber data dari satelit untuk memantau titik api, banjir dan lain sebagainya, “urai Brigjen Tagor Rio Pasaribu.
Ia pun tidak menampik bahwa data bisa saja berbeda dalam hal untuk sinkronisasi pantauan.
“Maka dengan posko terpadu semua data dapat disatukan dan diverifikasi, “sebut Eks Dandim Nunukan ini.
Kedua sebutnya sinkronisasi kebencanaan mesti dilakukan analisis dan validasi. Di dalam posko ada tim khusus.
Tim khusus ini katanya berguna untuk melakukan pengecekan kebenaran data, membandingkan dari berbagai sumber kemudian menentukan prioritas maksudnya mana yang paling darurat.
“Contoh Desa A butuh air dan makanan,
Desa B butuh evakuasi segera. Dalam konteks ini mana yang diprioritaskan, “ujarnya mencontohkan.
Ketiga katanya perlu pengambilan keputusan. Maksudnya setelah data jelas, komandan posko lah yang menentukan tindakan untuk membagi tugas masing-masing.
“Misalnya, TNI fokus evakuasi sementara Dinas Kesehatan fokus medis dan relawan fokus pada distribusi logistik. Inti sinkronisasi, semua bergerak dan tidak tumpang tindih, “sarannya.
Dan terakhir diingatkan Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu menyangkut distribusi informasi. Posko menjadi pusat informasi resmi ke masyarakat.
“Tentu dengan cara pengumuman dan peringatkan kepada masyarakat. Serta memberikan informasi kepada media, instansi lain. Ini sangat penting supaya informasi tidak hoaks atau informasi simpang siur, “sebutnya.
“Dalam kegiatan sistem posko terpadu ini perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus, “tambahnya.
Saat kunjungan kerja ke Nunukan, Brigjen TNI didampingi Kolonel Kavaleri Taswin selaku Waasrena Kogabwilhan II, Letkol Arm Muskardi Mandailing, serta Serma Slamet Widodo.
Perlu diketahui, wilayah kerja Kogabwilhan II meliputi 15 provinsi, termasuk Kaltara dan Kaltim yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. (rls/rul)