Home » Zona Kepri » Bintan » Berburu Kuliner Khas Bintan, Beragam Otak Otak Tersedia di Kelurahan Sei Enam  

Berburu Kuliner Khas Bintan, Beragam Otak Otak Tersedia di Kelurahan Sei Enam  

Bintan

Penjual makanan khas Bintan berupa otak otak di Kampung Otak Otak Sei Enam Kijang

Bintan,Zonakepri-Ragam kuliner khas Kabupaten Bintan bisa dinikmati salah satunya di Kampung Otak Otak yang berlokasi di Kelurahan Sei Enam Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Ada belasan pengusaha otak otak yang berjualan di pinggir jalanan kawasan Kampung Otak Otak. Bagi pengunjung yang ingin mencicipi kuliner khas Bintan ini bisa memilih penjual otak otak mana yang akan dibeli.

Pemerintah daerah memberi tanda berupa gapura di pintu masuk kawasan Kampung Otak Otak. Hal ini memudahkan bagi pengunjung untuk masuk ke kampung otak otak.

Makanan olahan khas Bintan yang disebut otak otak terbuat dari hasil laut yakni sotong (cumi cumi), ikan Tenggiri dan tulang ikan. Bahan tersebut dicampur rempah rempah dan sedikit tepung.  Selanjutnya dikemas dalam daun kelapa dan dibakar.

Salah satu pengusaha otak otak di Kampung Otak Otak di Kelurahan Sei Enam Kijang yang dikenal dengan panggilan Kak Ju mengaku telah berjualan otak otak  selama 24 tahun.

“Alhamdulillah, sejak selesai Covid kemarin sudah ramai pengunjung. Apalagi hari libur,”ungkap Kak Ju yang memiliki tenaga kerja sebanyak dua orang, ditemui Minggu 12 Mei 2024.

Harga otak otak yang dijual Kak Ju, seragam yakni Rp1500,- per biji, cukup murah dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk segala jenis otak otak, mulai  Sotong, Tenggiri maupun otak otak tulang yang memiliki rasa cukup pedas.

Kak Ju menyebutkan, pengunjung yang berbelanja otak otak sebagian besar rombongan dari Batam, Malaysia dan Singapura maupun masyarakat Tanjungpinang.

Saat hari libur atau tanggal merah, Kak Ju menyiapkan sekitar 30 kg otak otak untuk dijual. Sedangkan pada hari biasa, cukup membuat 7 kg saja.

Selain otak otak, penjual juga menyediakan makanan untuk oleh oleh berupa kue Deram Deram yang serupa dengan Deram Deram di Pulau Penyengat. “Deram Deram disini dibuat masyarakat sekitar juga, bukan dari Penyengat,”ungkap Kak Ju. (rul)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top