Program-program yang dirancang Apri-Robby memang sangat menyentuh ke masyarakat Kabupaten Bintan. Apri-Robby sangat paham dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini dan solusi yang diberikan. Program-program itu berdasarkan Ide dan gagasan bukan datang melalui pikiran fiksi atau mengklaim program daerah lain.
Misalnya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pasangan Apri-Robby telah menyiapkan program Gerbang Kampung, dimana program ini terdiri dari empat menu. Pertama pembangunan padat karya (Swakelola), kampung tahan pangan, kampung wisata, kreaktif, inovatif dan pembentukan lembaga keuangan koperasi syariah.
Sebagai calon Petahana, Apri Sujadi telah berbuat untuk Kabupaten Bintan, kebijakan dan programnya masih melekat dihati masyarakat, terutama program seragam sekolah gratis dan kesehatan gratis. Bahkan program seragam sekolah gratis itu Kabupaten Bintan menjadi pelopor di Provinsi Kepulauan Riau.
Kemudian masa Pandemi Covid-19, Apri Sujadi cepat menanggapi dalam memberikan bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat dan penyalurannya tersistem dengan baik. Sementara dalam mengurusi masyarakat, Apri telah menyiapkan program, dimana untuk ibu hamil disiapi layanan ambulance, menggratiskan akte kelahiran.
Ketika memasuki usai sekolah, Apri telah menyiapkan program seragam sekolah gratis dari SD sampai SMP. Untuk meningkat pengetahuan dan menjadikan generasi muda berakhlak Apri-Robby akan memasangakan wifi disejumlah tempat ibadan sebagai sarana belajar.
Tak hanya itu, Apri-Robby juga telah menyiapkan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda Bintan. Untuk warga Bintan memasuki lansia berusia 60 tahun keatas Pasangan Apri-Robby memberikan bantuan bantuan lansung tunai selama lima tahun kedepan.
Menurut Apri Sujadi, kondisi warga yang berusia diatas 60 tahun merupakan usia yang sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Untuk dirinya bersama pasangan Robby Kurniawan menyiapkan program tersebut. Sebab katannya, masyarakat lansia harus menjadi perhatian bersama karena termasuk kategori lanjut usia dengan penghasilan minim tanpa bekerja.
“Apalagi ditengah situasi merosotnya ekonomi akibat resesi ini, tentunya akan memberikan dampak juga kepada mereka yang lanjut usia,” kata Apri Sujadi saat wawancara khusus di Wacopek, Minggu (11/10/2020).
Apri mengatakan, untuk bantuan BLT itu akan diberikan 5 tahun kedepan bagi mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi untuk bekerja, sebagai tambahan untuk kebutuhan hidup warga Bintan lanjut usia sehari-hari.
” 5 tahun kedepan, kita pastikan mereka Lansia 60 tahun keatas akan mendapatkan bantuan BLT dari APBD Pemkab Bintan ” tegasnya,
Lanjutnya,aturan BLT memang merupakan anjuran dari pemerintah pusat namun hanya berlaku untuk 3 bulan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan. Namun harus diketahui, Pemkab Bintan memiliki kebijakan tersendiri terkait hal tersebut, khususnya dengan pemberian BLT secara menyeluruh bagi masyarakat Bintan dimana Pemkab Bintan menyisihkan alokasi yang berasal dari APBD murni yang salah satunya disiasati dengan mencoret sejumlah alokasi anggaran fisik.
“Mereka baru saja datang ke Bintan dan wajar saja tidak mengerti, bahwa Pemkab Bintan memiliki kebijakan yang pro ke masyarakat. BLT yang berasal dari alokasi anggaran Pusat atau APBN. Selama masa tanggap darurat kemarin senilai 10,8 milyar rupiah dan itupun hanya menyasar untuk masyarakat tertentu terkhususnya berkategori PKH (Program Keluarga Harapan),” jelasnya.
Apri menyebutkan, ketika dirinya belum cuti dari jabatan Bupati Bintan, menyalurkan BLT terhadap masyarakat ber KTP Bintan secara menyeluruh tanpa terkecuali.
“Itu yang kita siapkan dalam membantu masyarakat, untuk anggarannya kemarin melalui APBD murni mencapai 65 milyar rupiah ” ujarnya.(***)