Berjualan Mie Lendir, Pasangan Kakek Nenek Tunaikan Ibadah Haji

Tanjungpinang,Zonakepri-Pasangan suami istri yang sudah berusia lanjut Warijah (78) dan Sumardi (83) masih menekuni usaha jualan mie lendir yang telah digeluti selama 56 tahun di Kota Tanjungpinang, tepatnya di Jalan Bintan.

Mie lendir terdiri dari mie kuning, touge, telur rebus yang disiram kuah kacang dengan rasa manis sedikit pedas sepiring dibandrol harga Rp10.000.

Warijah menyewa lokasi jualan di emper ruko per hari Rp20 ribu, pasangan kakek dan nenek asal Klaten Jawa Tengah ini telah menunaikan ibadah haji bersama pada tahun 2018 kemarin.

“Saya ditalangi bank untuk membayar biaya haji bersama suami per orang Rp25 juta. Selanjutnya Saya bayar angsur ke Bank dengan membayar setiap bulan ke bank dalam kurun waktu dua tahun,”papar Warijah ditemui Minggu 15 Desember 2019.

Dikaruniai 10 anak hingga dan akhirnya hanya tinggal 6 anak karena empat diantaranya telah meninggal, pasangan ini tidak merasa beban dalam membesarkan dan mengasuh mereka. Bahkan dengan senang hati berjualan dan meracik bumbu mie lendir  yang membutuhkan rempah rempah  cukup banyak. Diantaranya cabe merah kering, cabe rawit, jahe, lengkuas, serai, bawang merah dan bawang putih, gula merah, kacang tanah.

“Untuk membuat bumbu cukup seminggu sekali. Namun, harga jahe dan lengkuas saat ini sudah mahal,” ungkap Warijah yang mengaku bumbu mie lendir dibuat oleh suaminya. Sedangkan Warijah hanya sekedar membantu saja saat di rumah.

Dibantu anak dan menantu dalam berjualan mulai pukul 06.00Wib hingga 13.00Wib, hampir 60 kg mie ludes terjual setiap hari. Dari pengakuan Warijah, setahun terakhir, jualan mie lendir agak sepi pembeli. Saat mulai jualan puluhan tahun silam, jualan mie lendir dalam sehari bisa menghabiskan 100 kg mie saat hari Sabtu dan Minggu. Dengan harga sepiring hanya Rp2500 saja. Sedangkan harga mie lendir saat ini sepiring cukup terjangkau Rp10.000.

Meski setahun terakhir sepi pembeli, namun Warijah mengaku bersyukur masih ada peminat mie lendir. Pasalnya, sesama pedagang makanan saat ini sudah mengeluh sepi pembeli. (red)

Comments (0)
Add Comment