Zonakepri.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menandatangani nota kesepahaman (MoU) peminjaman dana sebesar Rp400 miliar dengan Bank BJB. Dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai 41 kegiatan pembangunan yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Ansar Ahmad mengatakan, setelah penandatanganan MoU tersebut, pemerintah daerah segera mempersiapkan proses pelelangan untuk memulai berbagai proyek yang telah direncanakan.
Menurutnya, beberapa proyek akan lebih dulu melewati tahapan lelang manajemen konstruksi sebelum masuk ke tahap lelang pelaksanaan pekerjaan.
“Setelah ini kita segera mempersiapkan proses pelelangan. Untuk kegiatan yang membutuhkan manajemen konstruksi terlebih dahulu akan dilelang tahap itu dulu, kemudian baru dilanjutkan dengan lelang pelaksanaannya,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ansar menjelaskan, dari puluhan kegiatan yang direncanakan, terdapat dua proyek yang bersifat multi-years atau dikerjakan lebih dari satu tahun anggaran, yakni pembangunan Monumen Bahasa dan pembangunan gedung poli di RSUP.
“Untuk dua kegiatan, yaitu monumen bahasa dan rumah sakit, itu memang proyek multi-years. Jadi tidak terikat harus selesai pada akhir tahun ini, melainkan dapat dikerjakan hingga dua tahun ke depan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh program pembangunan yang telah dirancang tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Pinjaman daerah tersebut, lanjut Ansar, tidak mengalami perubahan dari rencana sebelumnya, yakni tetap sebesar Rp400 miliar dengan suku bunga 7,75 persen.
Masa pembayaran pinjaman itu direncanakan hingga akhir masa jabatan gubernur yang tersisa sekitar tiga tahun.
Selain itu, Pemprov Kepri juga akan membahas dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR bersama pihak perbankan agar dapat membantu pembiayaan sejumlah kegiatan pembangunan setiap tahunnya.
“Ke depan kita juga akan membahas dukungan CSR setiap tahunnya. Mudah-mudahan itu bisa membantu kita dalam mendukung berbagai program pembangunan di daerah,” pungkasnya.(Adv/Ki)