Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP berharap koperasi di Kota Tanjungpinang harus sehat dengan tidak ada istilah rentenir berkedok koperasi, jika ada rentenir yang berkedok koperasi dirinya akan menindak secara tegas.
“Saya akan tindak tegas koperasi-koperasi yang melakukan hal demikian, karena itu tidak sehat dalam sebuah koperasi dan merugikan orang yang meminjam dana, saya harap kepada koperasi yang ada dan aktif saat ini dapat memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku, jangan sampai masyarakat menjadi korban lintah darat,” jelasnya.
Rahma menyebutkan,dengan adanya Dekopinda Tanjungpinang, semua koperasi di Kota Tanjungpinang dapat dibina dengan baik. Dirinya melihat koperasi di Kota Tanjungpinang cukup banyakmselain itu juga menjamin akan memfasilitasi dalam pengurusan badan hukum di notaris, jika ada koperasi yang belum berbadan hukum
“Saya melihat koperasi di Kota Tanjungpinang cukup banyak dan aktif, bagi koperasi yang belum berbadan hukum atau yang baru mau membuat koperasi, saya siap memfasilitasi dan membantu dalam pengurusan akta di notaris,” ungkap Rahma.
Lanjut Rahma,dengan adanya koperasi khususnya para pelaku UMKM sangat memudahkan untuk memperoleh dana bergulir serta pinjaman untuk usaha. “Saya sangat fokus dan perhatian jika ada UMKM yang ingin bergabung demgan koperasi, karena saya mengetahui bahwa sistem koperasi adalah semangat gotong royong, sehingga tidak akan mempersulit anggotanya dalam memperoleh pinjaman,” katanya.
Diakhir sambutannya, Rahma mengucapkan selamat mengikuti Musda Dekopinda Tanjungpinang. “Selamat mengikuti Musda, saya harapkan Dekopinda Kota Tanjungpinang terus berlari cepat dalam merespon perkembangan yang ada, pertahankan solidaritas dan tingkatkan semangat perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkas Rahma.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Tanjungpinang, H. Saparillis, S.Ag, M.Si mengatakan, Dekopin hadir sebagai mitra pemerintah. Oleh karenanya, pihaknya terus berkolaborasi dengan pemerintah melalui OPD terkait. “Kita terus berupaya dalam menampung dan mengkaji aspirasi tentang kebutuhan-kebutuhan UMKM baik dalam segi pembinaan dan peningkatan skill, melalui diklat atau workshop hingga bantuan dalam hal permodalan usaha,” ujarnya.
Namun ia mengakui, di era yang semakin kompetitif ditambah dengan pandemi Covid-19 membuat iklim usaha terganggu. Sehingga tantangan bagi pelaku usaha semakin berat. Saparillis berharap Musda kali ini dapat menciptakan suatu iklim yang mendorong koperasi di Kota Tanjungpinang bersatu dan bersinergi.
“Dengan situasi dan kondisi yang sulit karena pandemi seperti saat ini, kami mengharapkan Dekopinda melalui hasil Musda ini bisa lebih memberikan pembinaan yang baik bagi UMKM maupun koperasi, sehingga ke depan bisa lebih bersatu dan bersinergi jauh lebih baik lagi,” ucap Sapar.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Dekopnwil Provinsi Kepulauan Riau, H. Sarifudin Andi Bola dan H. Suyono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Tanjungpinang, Drs. H. Tamrin Dahlan, M.Si, Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan, Drs. Marzul Hendri, Kepala OPD terkait dan para pimpinan koperasi se-Kota Tanjungpinang.(***)