Zonakepri.com- Indonesia memiliki berbagai macam makanan khas tradisional dari Sabang sampai Merauke. Keragaman kuliner Indonesia pun sudah dikenal luas negara lain.
Salah satu kuliner dari ujung utara Indonesia, tepatnya wilayah Kabupaten Natuna memiliki beberapa makanan khas tradisional terbuat dari hasil laut, salah satunya adalah Calok.
Belum terlalu banyak masyarakat Indonesia mengenal makanan khas Natuna satu ini. Kalaupun Ada yang mengenalnya belum tentu tahu bagaimana proses pembuatan dan bahkan cara memakannya juga rasanya.
Makanan khas Calok ini berasal dari Kampung Tua Segeram yang berada di sebelah Barat Pulau Bunguran Besar di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Tata salah satu Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna yang melaksanakan pengabdian tugas akhir bersama beberapa rekan lainnya di Kampung Tua Segeram mendatangi secara langsung lokasi dan proses pembuatan Calok.
Bahan utama pembuatan Calok adalah ebi atau biasa dikenal Udang kecil-kecil, yang di campur dengan beberapa bahan seperti garam dan gula pasir.
Untuk menangkap udang kecil di laut bisa menggunakan jaring yang biasa dikenal orang Natuna adalah tangkol yang dibentuk segitiga dengan gagang pegangan terbuat dari bahan kayu.
“Bahan utama buat Calok udang kecil yang ditangkap langsung dari laut, setelah itu pulangnya baru dimasukkan dalam botol kaca dan dicampuri garam dan gula” kata Tata, Selasa (4/11/2025).
Sebelumnya udang yang sudah ditangkap dari laut tentunya akan dilakukan pembersihan terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam botol.
Dikatakan Tata, proses pembuatan Calok tidak memakan waktu yang lama, bisa dalam waktu sehari semalam dan bisa langsung dikonsumsi.
“Semalam siap lah, tergantung pengerjaannya cepat atau lambat, setelah masukkan udang dalam botol kasih gula dan garam jadilah Calok, dan bisa langsung dimakan, tergantung orangnya juga biasa makan digoreng dulu Caloknya atau makan langsung dengan mengunakan bahan seperti cabe dan bawang aja,” ujarnya.
Setelah semua Calok siap dikemas, masyarakat biasa menjualnya di Sedanau atau di Kota Ranai untuk dinikmati oleh pecinta kuliner khas Kabupaten Natuna.
Untuk harga Calok terbilang murah, satu botol berisikan Calok cuma dibandrol dengan harga Rp. 15.000 – Rp. 20.000.
“Ini merupakan bukti bahwasanya laut Natuna merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat Natuna, untuk itu mari kita bersama-sama mengurangi plastik dan polusi laut demi menjaga kelestarian habitat laut untuk generasi seterusnya,”ujarnya.
(Zubadri)