Rapat dipimpin Plt Gubernur Kepri H Isdianto,menegaskan kepada seluruh Pejabat dilingkungan Pemprov Kepri agar memahami tugas masing-masing Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) yang dimiliki. Pemahaman menjadi instrumen penting untuk bekerja dan mencapai kinerja terbaik.
“Kebersamaan menjadi penting untuk terus dijaga, jangan malu maupun gengsi menanyakan hal yang tidak diketahui selagi itu untuk kebaikan dan kemajuan,” ujar Isdianto.
Terlebih dahulu mendengar paparan sejumlah Kepala OPD, Isdianto pun menyambut baik salah satu upaya pemahaman bagi Pejabat terlebih di Tahun 2020 ini sesuai Instruksi Permendagri, daerah harus sudah mulai menyusun RPJMD 2021-2024.
“Pemahaman penting serta penyelarasan antara semua Pejabat terkait sehingga terjadi sinkronisasi antara Renstra dengan RPJMD,” lanjut Isdianto.
Terkait SIRUP yang berdasarkan laporan Kepri menjadi Provinsi se Indonesia yang pertama menyelesaikan, menjadi apresiasi tinggi untuk terus semakin baik. Terkat pelelangan, Isdianto ingin kegiatan tepat waktu, Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa selaku koordinator terus pro aktif.
“Saya ingin semua cepat. Cepat selesai dan tepat sasaran, sehingga kita bekerja tidak terburu-buru yang malah membuat hasilnya tidak maksimal,” tambah Isdianto.
Dirinya menambahkan pada tanggal 20-02-2020 mendatang akan digelar pencanangan Kepri Bersepeda dan direncanakan akan dibuka langsung oleh Menteri, seluruh bupati dan wali kota se kepri hadir serta FKPD juga menyatakan kesiapannya untuk ikut hadir.
“Ini semangat kita bersama, dilihat masyarakat dan akan tergerak juga. Saya yakin nanti akan meriah,” tutupnya.
Kepala Barenlitbang Naharuddin menyampaikan bahwa seluruh DPA telah diserahkan, persiapan awal dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan seperti legalitas dokumen serta penetapan pelaksana dari kegiatan harus sudah ditetapkan.
“Susun time schedule dari setiap pekerjaan dan paling lambst akhir Januari ini seluruh SK PPTK sudah siap,” sebut Nahar
Terkait paket-paket kegiatan, Nahar melanjutkan 74 paket strategis sendiri dilihat dari urgensi kegiwtan itu sendiri, dirprioirtaskan bukan brtarti kegiatan lainnya tidak.
“Namun lebih kepada perhatiannya yang harus lebih difokuskan karna urgensinya tadi, intinya kita ingin semua kegiatan selesai,” lanjutnya.
Lanjutnya, terkait persiapan penyusuan RPJMD Kepri 2021-2024 sesuai Permendagri bahwa penyusunannya harus sudah dimulai sejak tahun 2020 ini.
“Pemprov c.q Barenlitbang telah mendapat arahan Plt Gubernur untuk bekerja sama menyusun RPJMD bersams tenaga ahli yang berasal dari Perguruan Tinggi (UI, ITB dan UGM) dan dari reverensi ini dipilihlah UGM,” tambahnya.
Nahar menceritakan saat berdiskusi dengan Ketua Program Doktor Administrasi Publik UGM yang akan membantu sejumlah hal yang harus diperkust seperti menyamakan persepsi antara pejabat terkait dengan Kepala Dinas dalam penyusunan. Sejumlah tahapan harus dilalui antara lain Backgroud Study (Naskah Akademik Ilmiah) untuk menjadi dasar dari RPJMD, lalu Round one (Perencanaan Awal) yang paling memegang peranan penting dalam tahap ini adalah kepala Dinas.
“Hari Rabu lusa tim sudah datang, banyak daerah yang susun RPJMD dan Renstra adalah eselon 3 dan 4 maka nanti semua Sekretsris dan Kasubbag Perencanaan akan kami undang hadir di Batam, setelah iti ada group disscusion seluruh Kepala Dinas tidak boleh diwakilkan,” kata Nahar.
Kemudian, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi dalam laporannya, mereview kembali progres terakhir laporan keuangan di tahun 2019. Rekapitulasi Keuangan sebesad 95.4 persen dan Realisasi Fisik sebesar 97,2 persen.
“Nilai ini hampir sama dengan pencapaian di tahun 2018 namun untuk rangking realisasi kinerja secara nasional belum dirilis,” kata Aries.
Terkait 4 paket yang dilakukan perpanjangan waktu, lanjut Aries hingga kini sudah siap 100 pesen baru 1 yakni Pembangunan Pelabuhan Teluk Durian. Sisa 3 lagi yakni Pembangunan Jalan Pulau Parit-Pulau Lumut di Karimun sudah 93 persen, kemudian Pembangunan USB SMAN 5 Karimun sudah 92 persen dan Pembangunan Tribun Sepak Bola Pulau Dompak sudah 98 persen.
“Kita optimis perpanjangan waktu 50 hsri sappai pertengahan bulan Februari dapat tercapai,” lanjutnya.
Sementara Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Misbardi melaporkan terdapat 246 paket pekerjaan di tahun 2020, 17 paket telah masuk dan 2 paket sudah selesai. Sedangkan untuk paket strategis sebanyak 74 paket.
“Kepri merupakan Provinsi tercepat Se-Indonesia dalam penilaian tranparansi oleh Ombudsman,”tutupnya.(Zk)