Dana Transfer Dipangkas, Walikota Tanjungpinang : Bangun Infrastruktur Kurang 10 Persen dan TPP Dipotong 25 Persen

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah

Zonakepri.com – Kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memangkas alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2026 berdampak langsung terhadap kondisi fiskal Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Hal ini turut mempengaruhi keterlambatan dalam pembahasan dan pengesahan KUA-PPAS tahun anggaran 2025 yang baru disepakati pada akhir September lalu.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menjelaskan bahwa tekanan fiskal nasional dan ketidakpastian ekonomi membuat pemerintah daerah harus melakukan sejumlah penyesuaian anggaran, termasuk efisiensi pada berbagai sektor.

“TKD itu sangat berpengaruh. Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat kita harus menekan beberapa pos belanja, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang sudah kita potong sebesar 25 persen,” ujar Lis, Kamis (13/11/2025).

Lis menuturkan, pemangkasan tersebut dilakukan berdasarkan indeks TPP yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri. Ia menyebutkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi untuk menutupi defisit anggaran yang sebelumnya mencapai hampir Rp300 miliar.

“Defisit real kita kemarin hampir 300 miliar. Untuk menutupi itu, kegiatan operasional OPD hanya dianggarkan sekitar tujuh bulan, dan TPP pegawai pun baru dianggarkan enam bulan,” jelasnya.

Akibat keterbatasan fiskal tersebut, anggaran pembangunan infrastruktur Kota Tanjungpinang pada tahun 2025 diperkirakan tidak mencapai 10 persen dari total APBD.

Meski demikian, Lis memastikan bahwa kewajiban tunda bayar tahun sebelumnya telah diselesaikan.

“Alhamdulillah, tunda bayar kita sudah selesai. Sekarang fokus kita membenahi dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lis bersama Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mencari dukungan pendanaan beberapa proyek prioritas daerah.

“Kami berupaya agar beberapa kegiatan bisa difasilitasi oleh Pemerintah Pusat, seperti pembangunan GOR dan penataan kawasan Lapangan Pamedan. Kalau bisa dibiayai pusat, tentu anggaran kota bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” pungkasnya.(Ki)

Dana Transfer dipangkasPembangunan infrastruktur kurang 10 persenTPP Pegawai potong 25 PersenWalikota Tanjunypinang
Comments (0)
Add Comment