Zonakepri.com – Kawasan ikonik Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang kembali menjadi sorotan publik usai masuk dalam proses pelelangan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa kawasan tersebut tetap diperuntukkan bagi masyarakat luas, bukan untuk dikelola swasta secara penuh.
“Tidak benar kalau ada yang mengatakan Gurindam 12 akan dikelola pihak swasta secara menyeluruh. Hanya empat bangunan yang nantinya dipakai untuk pusat kuliner saja yang dilelang. Itu pun sudah melalui kajian lembaga resmi pemerintah,” ujar Ansar Ahmad, Jumat (12/9/2025).
Keempat bangunan yang dimaksud nantinya akan menjadi area kuliner branding makanan khas Kepri. Dari hasil lelang tersebut, pemerintah juga akan menerima pemasukan tahunan sesuai taksiran resmi.
Menariknya, Gubernur Ansar juga memastikan masyarakat tidak akan dibebani biaya parkir di kawasan Gurindam 12.
Menurutnya, biaya operasional juru parkir akan ditanggung dari hasil pengelolaan bangunan yang dilelang.
“Tujuan kita jelas, kawasan ini harus rapi, nyaman, dan menjadi magnet wisata. Karena sejak awal pembangunan, Gurindam 12 memang diproyeksikan sebagai ruang publik,” tambahnya.
Selain Gurindam 12, Ansar juga tengah mengupayakan pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat sebagai daya tarik wisata budaya.
Ia menilai Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi perlu memiliki ikon yang dapat mengundang wisatawan.
Terkait ketidakterlibatan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam proses lelang, Ansar menjelaskan bahwa sesuai aturan, pelelangan menjadi kewenangan provinsi. Meski begitu, pihak ketiga maupun Pemko Tanjungpinang tetap bisa ikut serta bila berminat.
“Lebih baik kita sama-sama bekerja membangun Kepri,” tutup Gubernur berusia 61 tahun tersebut. (Ki)