Home » Zona Kepri » Bintan » Ijin Belum Terbit, Pembuatan Tambak Udang di Pengujan Resahkan Nelayan

Ijin Belum Terbit, Pembuatan Tambak Udang di Pengujan Resahkan Nelayan

Bintan

Pengerukan lahan untuk pembuatan tambak udang

Bintan,Zonakepri-Sejumlah Nelayan di Desa Pengujan Kabupaten Bintan resah dengan maraknya kegiatan pembuatan tambak udang yang diduga belum memiliki ijin.

Informasi yang disampaikan nelayan, ada sebanyak 4 tambak udang dua sudah beroperasi dan dua dalam tahap pembangunan. Namun, tambak udang baru tersebut belum mengantongi ijin dari instansi terkait.

“Padahal dampak pembuatan tambak udang tersebut, kegiatan sehari hari yang dilakukan nelayan untuk menangkap ketam atau menyuluh dimalam hari tidak lagi menghasilkan,”sebut Darmin, Minggu 28 April 2024.

Disebabkan pengerukan yang dilakukan di hutan mangrove tempat bertelurnya udang dan tempat ketam telah menjadi lumpur sehingga biota laut banyak yang mati.

Darmin menambahkan bahwa apapun alasan dari pihak tambak udang, tidak dibenarkan untuk melakukan aktivitas penebangan bakau apabila belum ada izin yang resmi.

“Kalau belum mengantongi izin, tidak boleh ada aktivitas liar yang melakukan pengrusakan hutan bakau,”ujar Darmin.

Dirinya menambahkan pengusaha tambak udang juga telah merusak Mangrove yang saat ini dilindungi telah dibabat sembarangan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Bintan telah memberikan surat teguran kepada pemilik tambak udang baru Syafaruddin pada 4 April 2024 lalu.

Kepala DLH Bintan Aprizal Bahar dalam surat teguran menyebutkan berdasarkan hasil tinjauan di lapangan dan laporan masyarakat di kantor Dinas Perikanan Bintan bahwaPelaku usaha pembesaran crustacea laut yang berlokasi di RT 6 RW 3 Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan belum memiliki persetujuan lingkungan dari Pemkab Bintan.

“Persetujuan lingkungan hidup wajib dimiliki setiap usaha bagi kegiatan berdampak terhadap lingkungan. kegiatan pembesaran crustacea laut berdampak pada lingkungan sekitar. Oleh katena itu diminta untuk menghentikan aktivitas di lokasi tersebut,”terangnya.

Seperti dilansir dari media bahwa Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan telah mengusut dugaan pembangunan tambak udang tanpa izin di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Pihak kepolisian juga sudah meminta klarifikasi pemilik tambak udang tersebut.

“Pemilik tambak udang Pak H Saripuddin sudah dimintai keterangan,” kata Kanit Tipidter Polres Bintan, Ipda Adi Satrio pada Sabtu 27 April 2024.

Ipda Satrio menyebutkan pemilik tambak udang mengaku bahwa pihaknya sudah mengurus hingga mengajukan izin terhadap usahanya pada Agustus 2023 lalu. Namun ijin belum terbit,” terang dia.

Untuk itu, Polres Bintan akan meminta klarifikasi dari dinas terkait perizinan pembuatan tambak udang,diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan,Dinas Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sedangkan pemilik tambak udang Syafarudin mengakui ada beberapa bakau yang ditebas, namun nantinya akan diganti rugi jika semua perizinan sudah rampung.

“Memang ada beberapa bakau, namun kami bukan sengaja membabat, kami akan ganti rugi nanti jika memang semua perizinan sudah lengkap,” ungkapnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top