Tanjungpinang,Zonakepri-Tak seperti pemandangan tahun tahun sebelumnya, perayaan Imlek 2572 di Kota Tanjungpinang tahun 2021 terlihat sepi. Baik sepi dari kegiatan bazar yang biasanya digelar sepanjang tahun saat Imlek maupun pentas seni di biasa digelar di ujung Jalan Merdeka menjelang detik detik pergantian menuju tahun 2572. Bahkan perayaan open house di sejumlah kediaman warga Tionghoa yang mengundang ratusan bahkan ribuan warga pribumi pun tiada lagi.
Hal ini akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sejak Maret 2020 lalu hingga Februari 2021 saat ini. Masih dalam ingatan masyarakat, sempat merasakan perayaan Imlek 2571 tahun lalu. Sehingga masa Open House, Pentas Seni maupun Bazar dirasakan terakhir kali hingga muncul wabah Covid-19.
Bahkan, Vihara Bahtra Sasana di Jalan Merdeka Tanjungpinang sebagai Benda Cagar Budaya dibangun oleh masyarakat etnik Tionghoa pada 1857 biasanya setiap tahun ramai pengunjung yang melakukan ibadah. Namun pada perayaan Imlek yang bertepatan dengan hari Jumat 12 Februari 2021 terlihat terjadi penurunan pengunjung Vihara. Meski berkurang pengunjung, namun jumlah pengemis musiman yang biasa mangkal di Vihara ini tidak berkurang jumlahnya.
Sejak pagi hari mulai pukul 05.00Wib sudah berdatangan ibu ibu membawa anak anaknya menunggu di pinggir jalan samping Vihara. Seperti biasa,pengunjung Vihara jika selesai beribadah maka akan keluar Vihara dan membagikan angpao kepada pengemis yang sebagian besar masih anak anak usia pelajar SD.
Titin yang mengaku setiap tahun menggantungkan rejeki dari pemberian pengunjung menyatakan sejak pukul 07.00Wib telah tiba di Vihara. Namun selama dua jam menunggu baru dapat angpao Rp7000.” Sekarang sepi akibat Korona, sudah dua jam menunggu baru dapat dua angpao Rp7000 saja,”sebut wanita yang sambilan berjualan rempeyek di pasar Baru Tanjungpinang.
Menurutnya, penghasilan saat Imlek tahun ini merosot jauh dibandingkan tahun kemarin. Dalam sehari perayaan Imlek, Titin bersama anaknya berhasil mengumpulkan uang angpao Rp200ribu. Bahkan saat open house di kediaman salah satu warga Tionghoa di Km 5 mendapatkan angpao sebesar Rp100 ribu plus aneka hidangan open house.
Meski pengunjung Vihara Bahtra Sasana berkurang, namun, pihak pengelola telah mengantisipasi adanya pengemis musiman dengan membagikan nasi dan bihun goreng yang dibagikan kepada pengemis musiman di Vihara itu. (red)