LinggaZona Kepri

Ini Alasan Yusri Mengatakan Pencetakan Sawah Tidak Bermanfaat Bagi Masyarkat Lingga

×

Ini Alasan Yusri Mengatakan Pencetakan Sawah Tidak Bermanfaat Bagi Masyarkat Lingga

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

Lingga,Zonakepri-Masyarakat Lingga yang sebagian besar asli Melayu belum sepenuhnya menguasai ilmu bercocok tanam.

Untuk kebutuhan akan beras masih bergantung sepenuhnya pada beras Bulog yang diambil dari Kota Tanjungpinang. Bahkan gudang Bulog yang ada di Lingga dan dibangun dengan anggaran sekitar Rp7 miliar, masih belum ada isi alias kosong melompong.

Program pencetakaan sawah yang dilakukan pada 2016 oleh Ady Indra Pawennari atas inisiatif Bupati Lingga Alias Wello pada 2016 hanya sekali saja.

Menurut Pemilik Akun Facebook Ma dala Pancur Yusri Mandala Bagi hasil antara warga dan PT Multi Coco Indonesia 30:70 persen dari panen dinilai belum memberikan manfaat bagi warga Lingga. Mengingat yang menikmati hasil program pencetakan sawah masih warga Desa Sungai Besar saja. Sedangkan warga desa yang lain masih gigit jari.

“Tidak ada hasil program pencetakaan sawah di Lingga, tidak ada manfaat yang dirasakan masyarakat. Program pencetakaan sawah hanya dirasakan warga Desa Sungai Besar itupun tahun 2016 silam dengan bagi hasil 2 kg per KK,” ujar pemilik Akun Facebook Mandala Pancur Yusri Mandala dikonfirmasi melalui seluler Minggu malam 6 Januari 2019.

Menurut Yusri, Pemkab Lingga mampu menjolok dana dari pusat untuk membangun gudang Bulog kapasitas 1000 ton. Namun apa yang bisa dilihat dari gudang itu? Kondisinya kosong melompong.

Lebih jauh Yusri menyatakan, dengan komentar di akun Facebook dirinya sudah dituding melakukan pencemaran nama baik dan menyampaikan informasi HOAX kepada masyarakat. Padahal apa yang disampaikan dalam akun Facebook memang kondisi apa adanya di Lingga. “Silakan cek pencetakaan persawahan di Lingga, apakah memang bermanfaat bagi warga atau tidak,” ujar Yusri.

Ada kekecewaan dari masyarakat Lingga, terhadap program pencetakaan persawahan dimana gudang Bulog kosong yang ada pencetakaan sawah berhektar-hektar tapi tak ada hasil. Hanya program pencetakaan sawah hanya berjalan di Desa Sungai Besar saja.

“Besok ada  aksi demo dari masyarakat terkait pembungkaman suara aktivis di halaman Pemkab Lingga,”kata Yusri.

Menanggapi pernyataan Yusri Mandala di Akun Facebook tersebut, Ady Indra Pawennari menilai Akun Facebook dianggap menyebarkan berita bohong yang mengandung fitnah dan pencemaran nama baik dirinya dan perusahaannya PT Multi Coco Indonesia. “Saya membuat percontohan sawah di Desa Sungai Besar murni kegiatan pribadi. Bukan atas nama perusahaan. Lagi pula masyarakat pemilik lahan hingga aparat pemerintahan Desa Sungai Besar sangat mendukung dan senang tanahnya Saya bangunkan jadi sawah. Toh, hasilnya juga tidak pernah Saya ambil. Semuanya untuk petani dan pemilik sawah.

Menurut Ady, luas lahan yang dibangun jadi sawah di Desa Sungai Besar menggunakan uang pribadinya bersama Bupati Lingga Alias Wello dengan luas lahan sekitar 50 Ha. Kegiatan pencetakaan sawah dimulai 1Maret 2016 sukses melakukan panen perdana bersama Gubernur Kepri Nurdin Nasirun dan Bupati Lingga Alias Wello pada 12 Juli 2016.

“Katanya sawah yang Saya bangun itu tidak mendatangkan manfaat dan tidak membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Jadi yang bekerja membajak, menanam dan panen padi di sawah itu siapa? Saya juga dituduh terima bantuan dari pusat. Silakan buktikan. Terus Saya dianggap gagal panen perdana dalam waktu 120 hari. Coba hitung sendiri, penanaman dilakukan tanggal 24 Maret 2016, kemudian panen tanggal 12 Juli 2016. Berarti hanya butuh waktu 110 hari sudah panen.(hen)