
Lingga,Zonakepri – Desa Sungai Besar salah satu desa di Kabupaten Lingga yang menghasilkan produksi padi di Provinsi Kepri.
Keberhasilan ini berkat kerja keras dan kerjasama Bupati Lingga Alias Wello dengan Ady Indra Pawennari yang mendapat gelar pahlawan inovasi teknologi yang mampu mengubah tanah tandus menjadi subur dengan inovasi teknologi sabut kelapa pada 2015 silam.
Kepala desa Sungai Besar Nazaruddin kepada jajaran media, Sabtu 5 Januari 2019 menuturkan, produksi padi perdana pada Juli tahun 2016. Dimana dilakukan sendiri selamatan mengundang Gubernur Kepri. Dilanjutkan membagikan beras hasil panen kepada sekitar 200 KK warga Desa Sungai Besar masing masing 2 kg.
Melihat keberhasilan penanaman padi tersebut, maka warga berinisiatif untuk bercocok tanam sendiri. Dan meminta kembali lahan yang ditanam oleh Alias Wello dan Ady Indra Pawennari. Penanaman oleh warga tersebut berlanjut hingga sekarang. Ada sekitar 3 kelompok penggarap lahan persawahan di Desa Sungai Besar saat ini dengan jumlah ratusan anggota.
Nazaruddin membantah jika selama ini pencetakan persawahan di Desa Sungai Besar tidak bermanfaat bagi masyarakat. “Sejak panen perdana tahun 2016 maka masyarakat mengambil alih untuk bercocok tanam sendiri di lahan pencetakan persawahan yang dikelola Ady dan Awe. Hal ini membuktikan ada manfaat penanaman padi itu. Meskipun produksi padi masih sebatas konsumsi masyarakat Lingga dan belum bisa dipasarkan ke daerah lain,”sebutnya.
Menurut Plt Kabag Kominfo dan Humas Pemkab Lingga Buana Februari Fauzi pernyataan yang dilontarkan oleh Akun Facebook Mandala Pancur dinilai bukan pernyataan yang mewakili warga Desa Sungai Besar. Hal ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan, bahwa pencetakan sawah telah memberikan manfaat dan dampak positif bagi perekonomian warga.
Untuk mewujudkan lingga sebagai lumbung padi di Provinsi Kepri, sudah dibangun gudang Bulog yang mampu menampung sekitar 1000 ton gabah. Mesin penggilingan padi pun sudah ada. Bahkan lahan persawahan sudah bertambah 35 Ha berkat TNI Manunggal Membangun Desa dari sebelumnya 34 Ha “Saat ini Pemkab Lingga berupaya mewujudkan pengairan yang terbaik bagi persawahan yang ada agar memberikan produksi optimal,”ujarnya.
Disamping itu, melalui dinas terkait diberikan penyuluhan pertanian kepada petani penggarap lahan persawahan. Menurutnya, butuh dukungan dari Provinsi Kepri dan Pemerintah pusat untuk mewujudkan Lingga sebagai Lumbung Padi di Provinsi Kepri.(hen)






