Zonakepri.com – Setiap Jumat pagi, masyarakat Desa Gunung Durian sudah beranjak dari rumah menuju parit, pinggir jalan maupun tempat sasaran goro. Ada yang membawa sapu lidi, cangkul atau gerobak sampah.
Warga Desa Gunung Durian, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna menganggap Jumat bukan sekadar hari menuju akhir pekan, ataupun menunaikan ibadah sholat Jumat semata melainkan hari berkumpul untuk gotong royong, bekerja bersama merawat kampung halaman.
Di tepi jalan utama desa, terlihat puluhan warga memungut sampah, merapikan rumput, dan membersihkan parit. Kehangatan suasana begitu terasa. Tidak ada paksaan, tidak ada tekanan, hanya dorongan hati untuk membuat desa tetap bersih dan nyaman ditinggali.
Di antara warga yang sibuk bekerja, Sekretaris Desa Gunung Durian, Dedi, tampak menyapa satu per satu. Baginya, gotong royong bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi momentum untuk saling menguatkan hubungan sosial.
“Setiap Jumat, warga turun bersama. Ada yang bawa alat sendiri, ada yang hanya bawa tenaga, tapi semuanya bekerja dengan ikhlas. Inilah kekuatan desa kami, kebersamaan,” ujar Dedi, Jumat 14 November 2025.
Program gotong royong rutin ini sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan kini menjadi bagian dari identitas desa. Setiap minggu, fokusnya berbeda kadang membersihkan parit yang mulai dangkal, kadang menata halaman balai desa atau fasilitas umum lain yang membutuhkan perbaikan kecil.
Bagi warga, kegiatan ini bukan lagi sekadar agenda pemerintah desa. Banyak yang menjadikannya ruang untuk bercerita, bertukar kabar, atau sekadar bercanda usai lelah bekerja. Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota, gotong royong menjadi perekat sosial yang tidak tergantikan.
“Kalau kita kerja bersama begini, rasanya desa lebih hidup. Lingkungan bersih, hubungan dengan tetangga makin dekat. Itu yang paling penting,” kata seorang warga sambil mengangkat tumpukan daun kering.
Desa Gunung Durian mungkin berada jauh di utara Natuna, namun semangat warganya untuk menjaga lingkungan tak pernah pudar. Setiap Jumat yang mereka jalani adalah bukti bahwa kebersihan dan kebersamaan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana ketika masyarakat bekerja bersama, saling membantu, dan merawat kampung halaman mereka. (Zubadri)