Zonakepri.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Gereja Katolik Stasi St. Paulus Dabo Singkep, umat Paroki St. Carolus Boromeus Ujung Beting–Lingga kembali menggerakkan pembangunan gereja melalui aksi gotong royong (Goro) penimbunan pondasi.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah proses pembangunan sempat mengalami jeda sekitar dua bulan karena keterbatasan anggaran.
Sekitar 30 umat turut ambil bagian secara langsung dalam pekerjaan penimbunan pondasi menggunakan pasir, yang dilakukan selama beberapa hari terakhir.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi St. Paulus Dabo, Yohanes Sembiring, menjelaskan bahwa gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian umat terhadap keberlangsungan pembangunan rumah ibadah.
Selain itu, langkah ini juga diambil untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan.
Menurutnya, keterlibatan umat dalam pembangunan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki, kebersamaan, serta tanggung jawab bersama.
“Dengan bergotong royong, umat bisa terlibat langsung dalam pembangunan gereja, sekaligus mempererat persaudaraan,” ujarnya, Jumat 16 Januari 2026.
Hingga pertengahan Januari 2026, capaian pembangunan gereja masih berada di kisaran 10 persen.
Meski demikian, umat tetap menaruh harapan besar agar pembangunan dapat terus berjalan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada.
Kegiatan gotong royong tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lingga.
Beberapa personel Polres Lingga ikut membantu proses penimbunan pondasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lingga, Iptu Thomas H. Siregar.
Panitia pembangunan pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa tenaga maupun bantuan material.
“Kami berterima kasih kepada para donatur, panitia, serta semua pihak yang terlibat. Semoga Tuhan memberkati setiap upaya yang telah diberikan demi kelancaran pembangunan gereja ini,” ungkapnya.
Diharapkan, pembangunan Gereja Katolik Stasi St. Paulus Dabo dapat terus berlanjut hingga rampung sesuai rencana, sehingga dapat menjadi tempat ibadah yang layak dan nyaman bagi umat Katolik di wilayah tersebut.(Ki)