Zonakepri.com-Menjelang datangnya hari raya Idul Adha 1446, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang mewaspadai hewan kurban terserang penyakit Jembrana dan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).
Pejabat Otoritas Veteriner (POV) DP3 Tanjungpinang Drh Arlinda mengatakan, penyakit Jembrana dan PMK telah melanda hewan ternak di Kota Tanjungpinang. Sudah terdapat kasus penyakit PMK yang terjadi pada 2024 kemarin. ” Untuk kasus PMK terjadi pada Desember 2024 di menimpa 13 ekor sapi di kawasan Batu 9 dan Dompak. Sedangkan Penyakit Jembrana terjadi di daerah Batu 9 dan Kampung Bugis Tanjungpinang,”jelasnya Kamis 24 April 2024.
Menurutnya, dari 13 ekor sapi yang mengalami PMK berhasil sembuh dan tidak mengalami kematian. Sedangkan Penyakit Jembrana dengan tanda tanda demam tinggi, diare lebih cepat menimbulkan kematian pada hewan ternak.
Adanya kasus PMK di Kota Tanjungpinang, maka wilayah ini sudah berada dalam zona merah.
“Meski hewan ternak terserang PMK, namun untuk daging hewannya bisa dikonsumsi dengan syarat diolah dengan cara yang benar,”terangnya.
Untuk hewan kurban yang akan disembelih saat hari raya Idul Adha, maka DP3 Kota Tanjungpinang akan melakukan pemeriksaan hewan kurban dan memasang label pada hewan yang sehat dan layak untuk dijadikan kurban. “Hewan kurban yang sehat akan dipasang label SL artinya Sehat dan Layak,”ujarnya.
Selain dipasang label SL, pihak DP3 akan melakukan pemeriksaan antemortem pada seluruh hewan kurban yang akan disembelih. “Pemeriksaan ante mortem akan dilakukan 12-24 jam sebelum disembelih sebagai hewan kurban,”jelasnya.
Kabid Peternakan DP3 Kota Tanjungpinang Wan Tin Diarni menyebutkan jumlah hewan kurban yang disembelih tahun 2024 sebanyak 1.386 ekor. Terdiri dari Sapi 946 ekor dan Kambing 440 ekor.
Menurutnya jumlah hewan kurban yang disembelih saat hari Raya Idul Adha di Kota Tanjungpinang fluktuatif setiap tahunnya. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya ekonomi, kondisi hewan maupun ketersediaan hewan. ” Jumlah hewan kurban yang disembelih setiap tahun berbeda beda. Dipengaruhi berbagai faktor,”ungkapnya.
Wan Tin Diarni menghimbau kepada peternak sapi maupun kambing untuk menjaga betul kondisi hewan ternaknya. Jangan sampai tertular penyakit Jembrana maupun PMK. Dengan memberikan makanan hewan yang bergizi, menjaga kebersihan kandang juga vaksinasi. (rul)