Zonakepri.com – Masa pengabdian panjang di dunia birokrasi segera mencapai ujung bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara.
Menjelang purnabakti, Adi mengaku tengah menikmati masa-masa akhir jabatannya yang tinggal menyisakan dua bulan lagi di tahun 2025. Meski begitu, semangatnya untuk menuntaskan berbagai rencana masih terus menyala.
“Masih banyak yang bisa dilakukan. Dua bulan ke depan bukan akhir dari semuanya, justru ini waktu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ungkap Adi saat dijumpai usai menghadiri salah satu agenda resmi di Tanjungpinang.
Bagi pria yang telah malang melintang di berbagai jabatan birokrasi ini, pensiun bukan akhir, melainkan transisi menuju fase baru kehidupan.
Ia menyebut masa purnabakti sebagai bagian dari siklus kehidupan yang wajar dan patut disyukuri setelah puluhan tahun mendedikasikan diri untuk negara.
“Saya rasa pengabdian saya sudah cukup. Banyak pengalaman dan perjalanan yang sudah saya lewati. Kini waktunya memberi ruang bagi generasi baru,” tutur Adi, Kamis (31/7/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan berkiprah di ranah politik setelah pensiun, Adi menjawab dengan tegas namun bersahaja.
“Saya tidak akan masuk ke dunia politik. Saya ingin beristirahat, menikmati masa tenang. Full istirahat,” jawabnya sambil tersenyum tipis.
Alih-alih terjun ke politik atau langsung membuka usaha sendiri, Adi memilih peran sebagai pendukung dan pendorong semangat bagi generasi muda yang kini aktif dalam dunia kewirausahaan.
Ia mengaku bangga melihat geliat pemuda yang mulai mandiri dan kreatif mengembangkan usaha sendiri.
“Anak-anak muda sekarang luar biasa. Sudah banyak yang memulai bisnis sendiri. Saya rasa saya cukup mendukung saja, menjadi penyemangat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Adi juga mendorong agar para pemuda terus berinovasi dan tidak takut mencoba hal-hal baru, terutama dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang pesat.
“Kreativitas dan teknologi harus jalan beriringan. Anak muda harus cerdas melihat peluang, dan jangan takut gagal. Era sekarang menuntut kita untuk lincah dan adaptif,” pesannya penuh makna.
Di penghujung perbincangan, Adi pun sempat bercanda ketika ditanya apakah bersedia menjadi pembicara motivasi atau inspirator pasca pensiun.
“Kalau diundang jadi motivator, langsung saja temui saya,” ucapnya disambut gelak tawa kecil.
Menjelang akhir masa jabatannya, ia menunjukkan bahwa pensiun bukan akhir dari peran seseorang—melainkan awal dari bentuk kontribusi yang berbeda. (Ki)