Juliadi Halomoan: Sumber Air Pemadam Kebakaran Di Tanjungpinang Masih Kurang 

Zonakepri.com-Cuaca panas berkepanjangan dan sangat minim curah hujan telah berdampak meningkatkannya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang.

Banyaknya kasus kebakaran dengan lokasi kebakaran jarak berjauhan satu dengan yang lain seperti Dompak, Senggarang, Air Raja yang terjadi bergantian butuh dukungan sumber air di lokasi terdekat untuk memudahkan pemadaman api.

Namun, selama ini ketersediaan hydran dinilai belum mencukupi dan masih butuh sumber air seperti sumur bor di sejumlah pos pos suplay air bagi Tanki mobil pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang Juliadi Halomoan ditemui Jumat 27 Maret 2026 mengatakan sumber air untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Kota Tanjungpinang dinilai masih kurang.

“Saat musim kemarau seperti sekarang ini, sumber air untuk pemadaman kebakaran masih kurang. Sehingga terpaksa harus mengambil air yang jauh yakni di sungai pulai,”ujarnya.

Menurutnya, harus dibuat sumur bor sebagai tandon air di beberapa lokasi untuk mempermudah pemadaman kebakaran. Seperti di Dompak,Tanjungpinang Timur maupun Senggarang. Mengingat ketiga lokasi tersebut sering terjadi kebakaran.

Selain kekurangan sumber air, juga masih kekurangan tenaga pemadam kebakaran sekitar 12-15 tenaga kerja lagi. Tenaga tersebut akan ditempatkan di pos pos yang tersedia.”Jumlah Anggota pemadam kebakaran juga belum ideal. masih kekurangan,”imbuhnya.

Sementara itu, jumlah kasus kebakaran di Kota Tanjungpinang hingga saat ini mencapai 131 kasus, didominasi Karhutla. (rul)

Butuh sumur borDinas Pemadam Kebakaran dann PenyelamatanKekurangan sumber airPemadaman kebakaran di Tanjungpinang
Comments (0)
Add Comment