Zonakepri.com— Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengakui masih mengalami krisis tenaga pendidik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 1.500 orang guru produktif.
Dengan kondisi kekurangan tersebut tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kota se-Kepri, dengan dampak paling signifikan dirasakan oleh sekolah-sekolah yang berada di wilayah pulau terluar dan terdepan.
Kadisdik Kepri, Andi Agung, membeberkan bahwa pemetaan kebutuhan guru khusus jenjang SMK terus dilakukan guna menginventarisasi angka pasti di lapangan.
”Ini masih terus kita petakan, tetapi dari data terakhir kita memang mengalami kekurangan kurang lebih 1.500 orang guru produktif SMK,” ujar Andi, Senin (2/11/2026).
Sebagai langkah penanganan, Disdik Kepri telah menyerahkan perincian data kebutuhan tenaga pendidik tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri.
Selanjutnya, Pemprov Kepri berencana akan mengusulkan formasi rincian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan P3K khusus guru SMK kepada Pemerintah Pusat pada tahun mendatang.
Dirinya berharap, alokasi pemenuhan guru produktif tersebut dapat terealisasi secara bertahap dalam waktu dekat, untuk menjamin pemerataan kualitas pendidikan kejuruan dan pencetakan SDM siap kerja, khususnya bagi siswa SMK di kawasan pesisir dan kepulauan.
”Kami akan usulkan ke Pemerintah Pusat untuk penerimaan CPNS tahun depan, namun kuota akhirnya tentu tergantung persetujuan pusat,” tutupnya.(Jup)