Zonakepri.com-Kapal Tugboat Medelin Compass mengalami kecelakaan hebat setelah ditabrak KM Melati di perairan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Senin (26/1/2026).
Insiden ini mengakibatkan tiga kru kapal tugboat terjatuh ke laut. Selain itu, terjadi kebocoran kapal yang mengangkut limbah B3. Sehingga limbah B3 pun tumpah di perairan.
Pangkalan Maritim dan Navigasi (PLP) Tanjunguban segera merespons dengan menurunkan13 kapal nasional, termasuk KN Kalimashada, KN Sarotama, dan KN Rantos, untuk menangani keadaan darurat. KN Sarotama menjadi kapal pertama yang tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar lambung kapal.
Simulasi kesiapsiagaan ini juga mencakup penanganan tumpahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) akibat kebocoran kapal.
KN Kalimashada dan KN Sarotama memasang oil boom untuk mencegah penyebaran minyak di perairan dan melakukan proses penyerapan dan pembuangan limbah minyak.
“Simulasi ini membuktikan kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi bencana maritim,” kata Kepala Tugas Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, usai pelaksanaan simulasi.
“Alhamdulillah, semua tahapan penanganan dilakukan dengan baik dan sesuai dengan skenario.” Tambahnya.
Simulasi ini merupakan bagian dari peringatan 53 tahun Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan 38 tahun Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) pada tahun 2026.
Dalam simulasi kegiatan dilaut ini, sebanyak 13 kapal operasi PPLP dikerahkan dan sebanyak 108 personil dilibatkan dalam kegiatan ini.
Selain menggelar simulasi kesiap siagaan dilaut Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung uban juga melakukan bakti sosial dengan memberikan sebanyak 4 kursi roda kepada masyarakat yang memerlukan. (Rul)