Produk tersebut dipamerkan oleh stan Dinas Tenaga Kerja,UKM ,Koperasi dan Perindustrian Kabupaten Lingga. Menurut staf yang bertugas di lokasi stan Yudi, topi dan tanjak tersebut memiliki harga terjangkau bagi masyarakat. “Untiuk harga topi Rp200 ribu, sedangkan tanjak sekitar Rp100 ribu saja,”sebutnya usai pembukan stan pameran Jumat 8 November 2019.
Selain topi dan tanjak, juga tersedia aneka produk hasil olahan warga Kabupaten Lingga. Diantaranya keripik dari sagu, kerupuk rota yang terbuat dari udang, dendeng ikan tamban, kue lampam bahkan batik Lingga juga ada. Salah satu kain khas Lingga yakni kain tlepuk sejenis kain songket yang dipergunakan untuk dipakai sebagai sarung saat mengenakan baju kurung melayu bagi laki laki.
Sedangkan tudung manto, sebagai kain khas Lingga saat pameran tidak bisa dipamaerkan karena ada acara di Daik Lingga pada saat bersamaan. Sehingga Tudung manto dibawa kesana. “Biasanya Tudung Manto selalu dipamerkan sebagai kain khas Kabupaten Lingga disetiap pemeran. Namun karena ada acara di Daik maka Tudung Manto dibawa kesana,”paparnya. (red)