Zonakepri.com-Masyarakat Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang mengeluhkan macetnya aliran Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang sudah tidak mengalir sekitar 5 bulan terakhir.
Dampak macetnya aliran air SWRO, masyarakat yang bertempat tinggal di Pulau Penyengat terpaksa mengeluarkan dana ekstra untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli air di sumur (perigi) milik warga yang masih mengalir air bersih.
Bagi warga yang mampu, maka membeli air bersih satu gerobak berisi 12 jerigen dengan harga Rp25 ribu. Sementara bagi warga yang kurang mampu membeli air bersih Rp3 ribu per jerigen.
Joni, salah satu warga Penyengat mengatakan untuk mendapatkan air bersih terpaksa membeli air dari sumur (perigi) milik warga di Kampung Bulang yang berada dibelakang Masjid Penyengat. Karena memang sumur tersebut saat sumur yang lain mengering masih mengeluarkan air bersih.
Menurutnya, masyarakat telah membeli air bersih sejak aliran air SWRO macet lima bulan lalu hingga sekarang. ” Sudah macet sekitar 5 bulan ini. Ya terpaksa membeli air bersih di perigi milik warga yang airnya belum mengering akibat cuaca panas berkepanjangan dan minim hujan,”sebutnya Kamis 8 Oktober 2026.
Menurutnya, untuk membeli air bersih selain dari perigi ada juga yang membeli air bersih dari tanki air yang harganya cukup mahal. Berkisar Rp100 ribu untuk 1 ton air bersih yang diangkut pompong dari Senggarang.
Menurutnya, persoalan air bersih bagi warga Penyengat belum kunjung usai dari dulu hingga sekarang. Pasalnya air SWRO satu satunya pensuplay air bersih sering mengalami kerusakan peralatan. Sehingga masyarakat kembali mencari air bersih dari perigi, meski harus menempuh jarak yang jauh dan membayar mahal. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan sehari hari yang tidak bisa tidak ada dan harus ada.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (UPTD SPAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, Heri Jumeri ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberikan tanggapan. (rul)