Ketua Pelaksana, Aminulnnah Siregar mengatakan berbicara tentang maulid Nabi Muhammad SAW, berarti menandakan bahwa umat tersebut,cinta terhadap Rasulullah yang diteladani sesuai tema peringatan maulid nabi pada pagi itu.
“Yaitu meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW,” kata Aminulnnah dalam sambutanya.
Tidak hanya itu, dalam mencitai Rasulullah umat Islam juga mempelajari sejarah perjalanannya.
“Walaupun bagi sebagian orang masih bertanya-tanya apakah peringatan seperti ini dibolehkan atau tidak, namun bagi kita salah satu cara mencintai Rasulullah adalah mengenai kembali masa kelahirannya,” ujarnya.
Aminulnnah menyampaikan peringatan maulid nabi itu tidak akan satu kali saja, namun mereka bertekad setiap tahun akan memperingati hari maulid nabi sebagai bentuk tasyakur kepada Allah SWT atas lahirnya Nabi Muhammad SAW.
“Memuji Rasulullah karena alam ini tidak akan tercipta tanpa ada nur muhammad seperti yang tercantum dalam hadits Qudsi,”sebutnya.
Selanjutnya dalam peringatan Maulid Nabi juga dalam rangka mencari ilmu untuk mempertebal keimanan dan aqidah terhadap ajaran Tauhid Allah SWT.
“Serta menjadikan Nabi Muhammad sebagai suritauladan bagi kita semua,” tambahnya
Sementara itu, Ketua KINI, Tanjungpinang, Farada Hakim Harahap mengatakan pada kesempatan maulid nabi tersebut besar harapanya kepada seluruh masyarakat yang tergabung dalam KKBI kedepanya dapan membangun kelompok itu menjadi lebih kompak dan lebih besar kedepanya.
“Bisa lebih besar dan lebih kompak, dalam rangka menjalin dan mempererat tali persaudaraan,” kata Parada.
Kedepanya, kata Parada mereka akan mengadakan pertemuan yang terbuka untuk semua masyarakat yang tergabung dalam KKBI.
“Pada pertemuan itu kita akan berdiskusi mencari hal yang bisa dilakukan untuk membesarkan kerukunan ini,” ujarnya.
Tidak hanya ajang diskusi, pada pertemuan itu nantinya akan membantu anggota KKBI yang membutuhkan.
“Kami dari pengurus sangat mengharapkan kehadiran anggota KKBI pada pertemuan yang akan diadakan setiap bulan pada minggu pertama,” tuturnya.(zk)