Zonakepri.com – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (17/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menparekraf menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata halal melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).
Dalam sambutannya, Menteri Widiyanti mengawali pidatonya dengan penuh makna. Ia mengingatkan bahwa Pulau Penyengat, yang dikenal sebagai Bumi Gurindam 12, adalah tanah kelahiran tokoh besar Melayu, Raja Ali Haji, seorang ulama dan sastrawan yang berjasa dalam melahirkan pantun, syair, serta pedoman bahasa yang menjadi warisan budaya bangsa.
“Izinkan saya mengutip salah satu syair beliau: ‘Nasihat kepada anak, apabila perintah lemah dan lembut, semua orang suka menyebut, serta dengan malu dan takut, apa-apa hendak tidak tercampak,’” ujar Menpar Widiyanti di hadapan para tamu undangan dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan bagian dari program percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di desa wisata, yang telah berjalan sejak Juli 2022.
Program tersebut mencakup 20 desa wisata, termasuk Desa Wisata Pulau Tengah. Hingga 15 Oktober 2023, tercatat sudah ada 438 produk UMKM yang berhasil memperoleh sertifikat halal.
“Kolaborasi ini kami perluas ke 1.500 desa wisata di 15 provinsi, dalam rangka mendukung program Indonesia Muslim Center 2025. Langkah ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pariwisata ramah Muslim di dunia, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Pariwisata ini menilai Pulau Penyengat memiliki makna historis dan kultural yang kuat sebagai pusat peradaban Melayu-Islam abad ke-19.
Pulau ini dinilai tepat sebagai lokasi simbolis untuk mempertegas komitmen pemerintah dalam penguatan pariwisata halal yang inklusif, berkelanjutan, dan produktif.
Kegiatan yang digelar di Pulau Penyengat meliputi penyerahan sertifikat halal secara simbolis, dialog bersama pelaku usaha, serta peninjauan produk-produk UMKM lokal.
Di akhir sambutannya, Menteri Widiyanti menyampaikan apresiasi yang besar kepada BPJPH, Pemerintah Kota Tanjungpinang, dan masyarakat Pulau Penyengat atas semangat kolaborasi yang telah terjalin.
“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung pengembangan pariwisata dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai destinasi utama pariwisata ramah Muslim,” tutupnya dengan optimis.(Ki)