Tanjungpinang,Zonakepri-Ansar Ahmad SE MM sebagai anggota DPR RI telah mengajukan pengunduran diri, karena mengikuti pemilihan kepala daerah Provinsi Kepri tahun 2020.
Sebagai calon Gubernur Kepri berpasangan dengan calon wakil Gubernur Hj Marlin Agustina, Ansar bertekad mewujudkan Provinsi Kepri Sejahtera dan berdaya saing.
Calon Gubernur Kepri nomor urut Paslon 3 tersebut, menyatakan apa yang menjadi program dan visi misi sebagai Calon Gubernur Kepri tidak muluk muluk. “Apa yang saya programkan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dengan melihat kondisi kemampuan anggaran untuk merealisasikan,”sebut mantan Bupati Bintan dua periode di kedai kopi BT 10, Rabu 30 September 2020.
Berbagai aspirasi, keluhan dan pengalaman yang diserap selama menjadi anggota DPR RI dan saat menjabat Bupati Bintan dua periode tersebut, Ansar memiliki program dan gagasan jikalau mendapat amanah dari masyarakat di Provinsi Kepri untuk memimpin provinsi yang memiliki tujuh kabupaten kota dengan karakteristik dan potensi yang berbeda satu sama lain diantaranya akan menyatukan kawasan Batam,Bintan Dan Karimun dalam satu kawasan terpadu baik darat dan laut dibawah naungan Free Trade Zona (FTZ). Penyatuan ketiga wilayah ini akan lebih sempurna didukung adanya jembatan Batam-Bintan akan mempermudah transportasi baik arus barang maupun wisatawan yang berkunjung di Kepri.
“Dengan adanya jembatan penghubung Batam-Bintan maka wisatawan yang berkunjung di Lagoi Kabupaten Bintan bisa langsung ke Batam, demikian sebaliknya. Hal ini diharapkan kunjungan wisatawan di Kepri kedepan lebih banyak lagi. Selain itu, wisatawan juga akan menyebar di Kabupaten Kota yang lain dengan penyatuan FTZ Batam, Bintan dan Karimun.
Menurut Ansar, pembangunan jembatan Batam-Bintan ini, sudah dibahas oleh jajaran menteri saat berkunjung di Lagoi beberapa hari lalu. Dan semestinya, pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini dapat secepatnya digesa.
Dilihat dari segi anggaran, sebetulnya jembatan Batam-Bintan ini dinilai kecil dibandingkan anggaran pembangunan jembatan yang dilakukan selama ini. “Jembatan Batam-Bintan ini diwacanakan kedepan dikelola berbentuk jembatan tol,”ujarnya.
Ansar menyebutkan, pembangunan jembatan Batam-Bintan ini menjadi program saat pilpres presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Dan menjadikan Jokowi menang di Kepri. (red)