Kerangka dan tulang manusia tanpa identitas diduga berjenis kelamin laki laki. Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan bentuk tulang dan rangka diduga manusia. Ciri kerangka menggunakan celana panjang Jeans warna biru dongker merk Lee ukuran 31 dengan tali pinggang kulit warna hitam tanpa merk.
Pinggir pantai Pengudang merupakan tepi pantai yang banyak bebatuan dan sampah yang hanyut ke pinggir pantai.
Syamsudin mengaku dirinya berada di lokasi yang banyak sampah dan plastik mengingat cuaca ekstrim angin kuat di musim utara sehingga mencari barang rongsokan berupa plastik di sekitar Pinggir Pantai Keramat RT 002 RW 003 Desa Pengudang Kec. Teluk Sebong Kabupaten Bintan.
“Saya terkejut melihat ada sepasang celana jeans yang masih ada ikat pinggangnya dan seperti ada potongan tulang belulang manusia dengan posisi terselip di bebatuan,”ujarnya.
Melihat adanya kerangka dan celana tersebut, Syamsudin langsung memberitahukan kepada Kepala Dusun, Perangkat Desa Pengudang, Bhabinkamtibmas Desa Pengudang Bripka Briant Sihite serta masyarakat Desa Pengudang.
Selanjutnya masyarakat lainnya berdatangan ketempat penemuan tulang dan kerangka diduga manusia tersebut.
Pukul 14.30 Wib dilakukan olah TKP dan pengecekan luar terhadap tulang dan kerangka diduga manusia tersebut bersama-sama dengan Pihak UPTD Puskesmas Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan.
Menurut keterangan Dokter Piket Jaga UPTD Puskesmas Berakit atas nama Dr. Veni Wulandari,dari hasil pemeriksaan luar terhadap korban, diketahui dua tulang pinggul masih utuh serkum (Tulang Belakang) tidak ada.
“Untuk tulang paha kanan kiri utuh.tulang tibia kanan kiri utuh.tulang betis pergelangan kaki tidak ada dan daging paha Kanan Kiri tidak utuh”,jelasnya.
Sementara Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur mengungkapkan, pihak Kepolisian mendatangi TKP guna melakukan Pulbaket, mengecek kerangka dan tulang manusia,berkoordinasi dengan pihak UPTD Puskesmas Berakit untuk dilakukan Visum et Refertum (Pemeriksaan pada bagian luar Mayat) dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bintan. Sekaligus melakukan evakuasi terhadap Tulang dan kerangka manusia berkoordinasi dengan perangkat Desa.
“Kerangka dan tulang selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi Batu 8 Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut,”sebut Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur.(Zk)