Pembagian Seragam Sekolah Gratis Kandas Di Pertengahan Desember 2019

Zonakepri,Tanjungpinang – Keinginan Pemko Tanjungping untuk membagikan seragam sekolah gratis bagi pelajar SD dan SMP se-Kota Tanjungpinang kandas dengan target pembagian 10 Desember 2019.

Pasalnya, penjahit lokal mengaku hingga saat ini masih mengerjakan seragam sekolah. Dari lima jenis seragam yakni seragam merah putih, seragam Pramuka, seragam olah raga, seragam baju kurung dan seragam batik, saat ini sedang dikerjakan seragam merah putih, Itupun belum tuntas. Sedangkan empat jenis seragam yang lain belum dikerjakan.

Apalagi untuk seragam olah raga yang berbahan kaos, sudah tentu penjahit umum sulit untuk mengerjakan. Sehingga kemungkinan besar seragam olahraga diserahkan kepada penjahit kaos.

Hal ini disampaikan salah satu penjahit lokal Trendy Tailor Zulkifli yang berlokasi di Jalan A Yani Tanjungpinang. Menurutnya, pihak penjahit sudah berupaya dan berjuang sekuat tenaga untuk secepatnya menyelesaikan seragam sekolah gratis.

Dikatakannya, bahan seragam sekolah baru diterima dari Jakarta sekitar pertengahan November 2019. Keterlambatan datangnya bahan inilah yang membuat seragam sekolah belum tuntas dikerjakan hingga saat ini.

“Kemungkinan seragam sekolah akan diserahkan secara bertahap. Yang pertama diserahkan seragam merah putih khusus untuk pelajar SD,”ujar pengelola Trendy Tailor Zulkifli ditemui Kamis 12 Desember 2019.

Sementara itu, untuk penuntasan seluruh seragam sekolah sebanyak lima jenis, dimungkinkan tahun depan akan tuntas.

Walikota dan Wakil WalikotaTanjungpinang, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang beberapa hari sebelumnya telah melakukan peninjauan ke penjahit lokal yang menggarap seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP di Kota Tanjungpinang, Rabu pada 27 November 2019.

Hasil dari peninjuan tersebut, hingga Rabu 27 November 2019, kondisi seragam sekolah yang berada dipenjahit  sudah banyak seragam  selesai, namun belum 100%.

“Kami memberikan waktu kepada 40-an penjahit lokal yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, agar dapat menyelesaikan seluruhnya paling lambat 10 Desember 2019 dan ini akan kita evaluasi hasil dari penjahit lokal ini, mudah mudahan bisa kita terima dengan tepat waktu, serta kualitas jahitan yang bagus dan rapi, agar masyarakat tidak kecewa dan tentunya bisa kita jadikan pertimbangan untuk lanjutkan kerjasama ditahun mendatang,” ujar Rahma.

Menurut Walikota Tanjungpinang Syahriul SPd,  keterlambatan seragam sekolah gratis diberikan kepada anak sekolah  dikarenakan pengiriman bahan yang sedikit terlambat dan bahan untuk seragam yang kita gunakan juga tidak asal asalan. Bahan sudah melalui uji laboratorium dan sudah sesuai aturan yang ada, serta dikawal oleh tim dari Kejaksaan Negeri. “ Insya Allah pertengahan Desember nanti akan kita serahkan secara serentak dengan seluruh perlengkapan sekolah yang sudah Pemerintah janjikan,” kata Syahrul.

Syahrul mengatakan bahwa janji adalah hutang dan itu harus kita tepati, meskipun ada keterlambatan. Untuk pendistribusian secara simbolis,  akan diserahkan pada pertengahan bulan Desember, di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang dan untuk pendistribusian ke masing-masing siswa, akan diserahkan oleh pihak sekolah.

Syahrul menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan sangat serius dalam merealisasikan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis ini, namun ada beberapa kendala sehingga pendistribusian seluruh perlengkapan sekolah agak sedikit terlambat.

Mulai tahun ajaran 2019 ini siswa baru SD dan SMP akan mendapat seragam sekolah gratis dimulai dari baju seragam wajib, sepatu, tas, topi, dasi hingga kaos kaki. Pemberian seragam sekolah secara cuma-cuma, merupakan salah satu program unggulan Syahrul-Rahma yang dicetuskan di masa kampanye pada Pilwako 2018 lalu.(red)

Comments (0)
Add Comment