Pemerintah Dan Aparat Tak Mampu,Puluhan Massa FPI Bakar Tempat Judi

Tanjungpinang,zonakepri- Puluhan masa Front Pembela Islam (FPI) Tanjungpinang bersama sejumlah warga, menggrebek tempat perjudian cingkoko (dadu)  Jalan Ganet Km11, Jumat (20/6/2014) selesai shalat jumat. Aksi ini di picu karena pemerintah daerah dan aparat terkait terkesan membiarkan bahkan tak mampu untuk menutup permainan yang berbau judi tersebut.

Saat itu, massa FPI juga merobohkan dan membakar pondok dan barang-barang yang digunakan untuk permainan judi yang diduga dibekingi oknum aparat tersebut.

Selain mengobrak-abrik lokasi perjudian cingkoko itu, massa juga mendatangi sebuah pondok yang diduga menjadi tempat permainan judi kartu remi yang letaknya tidak jauh dari situ. Di tempat itu massa juga menemukan ratusan kartu remi yang disita dan diambil paksa untuk dimusnahkan.

Aksi massa FPI ini sempat mendapat perlawanan dari pemilik pondok tempat judi karu remi, karena saat masa akan merobohkan bangunan itu berusaha menghalangi.

Ketua FPI Provinsi Kepri, Hazarullah Aswad, di sela aksi mengatakan, aksi massa dan warga ini, merupakan bentuk kekesalan dan keresahan masyarakat atas aksi perjudian yang terkesan dibiarkan pemerintah dan aparat penegak hukum di Tanjungpinang.

“Judi cingkoko ini disinyalir dibekingi oknum aparat sehingga pemerintah dan kepolisian tidak berani menutup lokasi dan lapak perjudian dadu guncang ini. Padahal, keluhan masyarakat sudah disampaikan kepada pemerintah dan aparat kepolisian sebelumnya,” terang Hazarullah.

Praktik perjudian di lingkungan ini,  sudah sangat meresahkan masyarakat Tanjungpinang khususnya yang tinggal di Jalan Ganet. Apalagi masyarakat juga menyayangkan sikap pemerintah yang selama ini diam dan terkesan membiarkan.

Sebelum melakukan aksinya, Hajarullah Azwad mengaku jika pihaknya telah memberitahukan pada pemerintah dan pihak aparat terkait atas aktivitas perjudian yang terjadi di lokasi tersebut. Namun laporan masyarakat tidak digubris oleh pemrintah dan aparat hingga masyarakat melakukan aksi penggrebekan sendiri.

“Jadi, jangan salahkan masyarakat dan FPI bila kami melakukan sendiri aksi ini. Masyarakat luas yang berada di sini sangat mendukungnya. Terbukti banyak masyarakat yang membantu kita dalam melakukan aksi ini,” tegasnya.

Salah seorang warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mendukung aksi yang dilakukan FPI itu. Menurutnya, perjudian ini telah meresahkan masyarakat dan akan berakibat buruk pada masyarakat di sekitar lokasi,apalagi terhadap anak-nak muda di lingkungan sekitar.

“Jangan salahkan masyarakat bila hal ini terjadi. Sebab, masyarakat jauh hari telah melaporkan perjudian ini agar dibubarkan atau dihentikan baik kepada pemerintah dan pihak lainnya. Namun, tidak ada respon maka masyarakat bergerak sendiri,” bebernya.

Dia mengatakan, sudah kurang lebih enam bulan kegiatan ini berjalan ,tiap malam di lokasi ini sangat ramai sekali oleh orang-orang yang bermain judi. Bahkan di lapangan ini hampir penuh dengan kendaraan baik sepeda motor dan mobil.

Menanggapai aksi massa dan FPI itu, Kapolres Tanjungpinang melalui Kasubag Humas Polres Tanjungpinang, Yuhendri, mengatakan, pihak kepolisian hanya sekadar mengawal pihak Satpol PP Tanjungpinang dalam mengawasi aksi masa ini.

“Tentunya juga menjaga agar aksi ini tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga meminta agar apa yang diinginkan masyarakat ini agar perjudian tidak ada lagi di sini hingga tidak meresahakan warga lagi,” ujarnya singkat.(irul)

Comments (0)
Add Comment