Home » Zona Kepri » Bintan » Pemkab Bintan Subsidi Rp 400 Ribu Untuk Penerima PKH

Pemkab Bintan Subsidi Rp 400 Ribu Untuk Penerima PKH

Bintan

Bintan,Zonakepri –  Pemerintah Kabupaten Bintan mensubsidi penerima program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Bintan sebesar 400 ribu.

Sebelumnya penerima PKH di Kabupaten Bintan hanya mendapatkan Rp 200 ribu dari anggaran pusat. Karena situasi ekonomi masyarakat sulit imbas Covid-19 Pemkab Bintan mensubsidi sebesar Rp 400 ribu.

“Untuk PKH nantinya akan menerima Rp 600 ribu per bulan. Subsidi ini untuk memenuhi rasa keadilan bagi warga yang sama-sama merasakan dampak pandemi Covid-19,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, Kamis (7/5/2020).

Apri Sujadi menyebutkan, penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai (BLT) itu dimulai besok secara serentak.

“Bantuan ini berjalan selama 3 bulan, terhitung April, Mei dan Juni 2020. Nilainya Rp 600 ribu per bulan/KK,” sebutnya.

Apri menjelaskan, dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 Pemkab Bintan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 53 miliar.

“Bantuan sosial ini adalah sebagai upaya Pemkab Bintan untuk mencegah kondisi kehidupan masyarakat Bintan khususnya mereka yang rentan beresiko sosial, agar tidak semakin terpuruk ditengah pandemi Covid-19,” ujar Apri.

Apri menuturkan, berdasarkan validasi data keseluruhan menerima BLT itu sebanyak 35.560 KK. Penerima manfaat itu dengan kategori penerima BLT daerah, penerima BLT pusat, dan penerima program keluarga harapan (PKH).

“Untuk penerima BLT daerah sebanyak 26.428 KK, terdiri dari 18.813 usulan RT yang akan dibayarkan melalui APBD Bintan, dan 7.615 KK yang sumber dananya dari anggaran desa (APBDes),” jelasnya.

Apri melanjutkan, ada sebanyak 4.477 penerima BLT pusat, dan 4.068 penerima PKH pusat, yang anggarannya bersumber dari APBN.

“Bantuan yang diperoleh nanti dapat digunakan sebaik mungkin untuk meringankan beban setiap keluarga ditengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

Apri mengungkapkan dari data yang diusulkan ke Pemkab Bintan, terdapat 4.587 KK yang belum terverifikasi, sehingga tidak masuk dalam data penerima bansos.

“Untuk itu kamu minta datanya dilengkapi dan diserahkan ke RT/RW setempat untuk dilakukan verifikasi,” tambahnya.(Adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top