Masing-masing siswa kurang mampu mendapatkan bantuan biaya pendukung belajar sebesar Rp960 ribu. Atau total biaya pendukung belajar yang dibagikan dalam kesempatan ini sekitar Rp300 juta.
Isdianto mengatakan kegiatan penyerahan bantuan ini adalah dalam rangkan upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Kepri. Karena diakuinya, Kepri selalu membutuhkan SDM yang unggul untuk mengelola bentangan kekayaan SDA yang berlimpah.
Dia juga berharap jika program seperti ini bisa diberikan setiap tahun untuk masyarakat yang kurang mampu. Tujuannya agar tetap bisa belajar guna menggapai cita-citanya. Sekaligus mewujudkan cita-cita Kepri.
Untuk menyemangati para siswa dan siswi. Isdianto memberi cobtoh dirinya sendiri bersama almarhum H. Muhamnad Sani. Meskipun dibesarkan dari perekonomian keluarga yang kekurangan dari sisi ekonomi. Namun mereka mampu menjadi orang nomor satu di Kepri.
“Termasuk gerobak UKM yang baru kita serahkan dalam kesempatan ini. Semoga bermanfaat untuk berdagang. Mudah-mudahan gerobak tersebut bisa merubah serta meningkatkan perekonomian keluarga. Hasilnya bisa untuk terus membiayai anak-anak sekolah. Sehingga benar-benar bisa tercipta SDM yang unggul di Kepri nantinya,” tutup Isdianto.***