Pasalnya, setelah pondasi halaman parkir yang berada di depan penjual ikan segar ambruk, sekitar pukul 9.30 WIb ternyata selang beberapa jam, disusul pondasi di belakang tempat parkir juga roboh, tepatnya pondasi untuk penjual ikan segar.
Petugas keamanan menjaga lokasi ekstra ketat untuk menghindari korban dari robohnya pondasi pasar ikan.
“Baru saja menyusul roboh pondasi bagi penjual ikan . Jangan masuk ke lokasi meski untuk melihat, “sebut salah satu petugas dari kepolisian yang menghadang warga untuk masuk ke lokasi pasar ikan, Sabtu 5 Maret 2022.
Menurut salah satu pedagang di sekitar kejadian, box penjual ikan ada yang tercebur ke laut akibat pondasi yang roboh ini. “Saat pondasi tempat parkir roboh, penjual ikan menghambur keluar pasar meninggalkan lokasi jualan, namun meninggalkan box yang berisi ikan,”sebut Anto.
Sementara itu, seorang warga yang sepeda motornya ikut kecebur ke laut saat terparkir di halaman parkir menyatakan sepeda motornya meski berhasil ditarik dari laut, namun saat dihidupkan tidak bisa. ” Motor terpaksa harus dituntun ke bengkel. Tidak bisa dihidupkan,”ungkap Erna yang tinggal di Kampung Matador Tanjungpinang.
Menurutnya sepeda yang kecebur ke laut tersebut baru diambil kredit dari dealer. “Baru dipakai delapan bulan, motor kredit,”keluhnya.
Salah satu penjual jamu gendong yang biasanya mangkal di lokasi parkir yang ambruk Siti, mengaku bersyukur dirinya berjualan siang hari sejak beberapa Minggu terakhir. “Beruntung Saya tidak berjualan pagi hari. Biasanya saya jualan mulai pagi hari di tempat parkir kendaraan itu. Disamping penjual tahu,”ungkapnya. (rul)