Zonakepri.com-Kota Tanjungpinang ibu Kota Provinsi Kepri memiliki lokasi yang berdekatan dengan laut.
Kawasan Kota Lama Tanjungpinang berdekatan dengan Pasar Baru Tanjungpinang, perhotelan maupun rumah warga banyak yang dibangun diatas laut juga terlihat sampah di pinggir laut.
Pemukiman warga, ruko maupun kios yang dibangun diatas laut di kawasan pasar Baru Tanjungpinang berpotensi menimbulkan sampah di laut.
Termasuk kawasan perumahan di pelantar yang dibangun diatas laut di sejumlah titik Kota Tanjungpinang turut menyumbang adanya sampah di laut.
Kebiasaan warga yang tinggal di pemukiman diatas laut yang membuang sampah tidak pada tempat sampah namun ke laut menyebabkan adanya sampah yang mengambang di perairan Kota Tanjungpinang.
Bahkan, kapal kapal yang melakukan proses bongkar muat barang di Pelabuhan Sri Payung di Km 6 Tanjungpinang juga terlihat adanya abk kapal yang membuang sampah di laut.
“Semestinya, ada tempat sampah di pelabuhan pelabuhan yang disediakan bagi penumpang maupun ABK kapal untuk membuang sampah, ” sebut Jufri, Senin 3 Maret 2025.
Salah satu lokasi lain yang terlihat sampah berserakan di pinggir laut diantaranya pelantar KB Kelurahan Tanjung Unggat, Pinggiran jalan Tanjung Unggat, dibawah ruko pasar KUD Tanjungpinang, maupun pelantar yang lain di Kota Tanjungpinang.
“Saat air laut pasang, sampah akan menepi di pinggir laut dan mengambang ke permukaan laut. Bahkan sampah akan meluber ke pinggir jalan yang berdekatan dengan Laut. Saat air surut, maka sampah tertinggal di jalanan, ” keluh Ida, warga Kelurahan Tanjung Unggat.
Untuk mengatasi masalah sampah di laut ini, mantan Pj Wako Tanjungpinang Hasan SSos, telah berupaya membersihkan laut dari sampah dengan memasang jaring jaring di pinggir laut beberapa waktu lalu.
Bahkan sebelumnya, Pemko Tanjungpinang juga pernah menurunkan petugas sampah di laut. Namun, hal ini belum membuahkan hasil, sehingga masalah sampah di laut hingga kini masih belum teratasi secara maksimal. (rul)