Zonakepri.com – Lonjakan harga daging beku di Kota Tanjungpinang disinyalir akibat meningkatnya minat masyarakat terhadap produk tersebut, sementara kuota distribusinya belum mengalami penambahan.
Saat ini, harga daging beku yang sebelumnya dijual pada kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi sekitar Rp130 ribu.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman. Ia menyebutkan bahwa tren konsumsi masyarakat mulai berubah.
Jika sebelumnya masyarakat lebih memilih daging segar dan kurang tertarik pada daging beku, kini kondisi berbalik.
“Awalnya masyarakat kesulitan mendapatkan daging segar, kemudian dilatih untuk mengenal daging beku, dan ternyata sekarang banyak yang mulai berminat. Tapi kuota masuknya tidak bertambah, sementara peminat makin banyak,” ujar Robert.
Keterbatasan kuota ini menurutnya menjadi faktor utama kenaikan harga.
Kuota distribusi daging beku ke Tanjungpinang dikendalikan oleh Balai Karantina, dan hingga saat ini belum ada penambahan jumlah meski permintaan melonjak.
Saat ini terdapat dua hingga tiga distributor utama yang menyuplai daging beku ke wilayah Tanjungpinang.
Pemerintah kota melalui DP3 berencana melakukan koordinasi dengan pihak distributor dan Balai Karantina untuk mengupayakan penambahan kuota agar pasokan kembali stabil dan harga bisa ditekan.
Robert juga menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti kebutuhan tonase daging beku yang dibutuhkan, karena masih menunggu hasil rapat lintas instansi, termasuk bagian pasar veteriner.
“Kalau permintaan terus tinggi, kita akan minta distributor ajukan penambahan kuota ke Balai Karantina. Mereka yang punya kewenangan untuk itu, dan bisa melihat pasar untuk menghitung kebutuhan secara real,” pungkasnya. (Ki)