Naharuddin berpesan kepada para generasi muda yakni pelajar dan mahasiswa yang berada di Yogya agar selalu optimis dalam menjalankan setiap kegiatan baik dalam belajar maupun memperjuangkan aspirasi sebagai mahasiswa.
“Saya merasakan betul apa yang dirasakan adik-adik mahasiswa karena saya juga pernah berada diposisi kalian, jangan selalu over ekspektasi tapi selalulah optimis memperjuangkan aspirasi,” pesan Nahar.
Penayangan video eksperimen mengenai pengenalan Kepri di tengah masyarakat Yogyakarta, ada 1 point penting yang ingin disampaikan Naharuddin dalam menanggapi video itu, yakni bagaimana mengenalkan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu.
“Upaya yang harus kita lakukan, kiat-kiat harus terus dilakukan, bukan hanya se-nusantara namun Kepri dapat diperkenalkan di dunia Internasional karena Kepri merupakan Provinsi yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga,” sebutnya.
Seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam kegiatan tersebut, akan disampaikan pula kepada Plt. Gubernur Kepri. “Adik-adik jangan khawatir, apa yang disampaikan hari ini semua aspirasi mahasiswa akan sampai kepada Pak Plt Gubernur untuk ditindaklanjuti segera,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam konsep pembangunan di Kepri pondasi pembangunan yang harus dibangun adalah pendekatan kepulauan/kelautan/kemaritiman.Apalagi Provinsi Kepri yang terdiri dari 96 persen laut dan hanya 4 persen daratan dalam membangun seluruh aspek kehidupan pendekatannya harus spesifik.
Pesan dari Plt Gubernur Kepri yang disampaikan Naharuddin yakni Pendidikan menjadi sektor strategis pembangunan nasional. Kemajuan pendidikan tentu memberikan peluang bekerja baik didalam maupun luar negeri. Oleh karena itu Mahasiswa sebagai penerus bangsa tidak hanya di tuntut memiliki wawasan nasional namun juga global; Mahasiswa diharapkan mampu mengemas potensi bagi kemajuan NKRI khususnya Kepri.
“Kami yakin semua anggota pengurus dapat ikut berkontribusi didaerah meski sedang merantau, kami berpesan jaga kekompakan, jaga nama baik daerah dan tujuan utama dari merantau adalah menyelesaikan pendidikan baik,” tutup Nahar.
Panitia Pelaksana Yusfar Pratiwi dalam laporannnya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran panitia dalam menyukseskan penyelenggaraan hari ini.
“Menyadari setiap kekurangan panita dalam penyelenggaraan pelantikan hari ini, saya mewakili seluruh panitia menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” kata Yusfar.
Adapun struktur organisasi kepengurusan IPMKRY 2019-2020 yang dilantik sebagai Ketua adalah Munir dan Wakilnya Mario Febriansyah, dengan jumlah keanggotaan sebanyak 29 orang yang tersebar di dalam 6 Departemen dan 3 Lembaga.
Ketua IPMKRY yang baru saja di lantik, Munir dalam sambutannya secara khusus meminta kepada jajaran Pemprov Kepri agar lebih memerhatikan masyarakat Kepri yang ada di perantuan khususnya di Yogyakarta
“Karena kami hanya pelajar dan mahasiswa yang hanya punya sumbangsih pemikiran, itulah harta yang kami miliki yang kami terus kembangkan, kami mohon tunjuk ajar,” kata Munir.
Terkait asrama mahasiswa, Munir juga menjelaskan sejumlah kendala yang terletak di Asrama Putri dan Asrama Komisaris serta berharap agar Pemprov Kepri dapat menindaklanjutinya segera.(Hum)