Zonakepri.com-Cuaca di Kota Tanjungpinang saat ini sudah menunjukkan turun hujan dalam kurun waktu dua hari berturut turut, Senin 21 September hingga Selasa 22 September 2026.
Setelah beberapa bulan sebelumnya terjadi panas terik sebagai dampak El Nino dan curah hujan sangat minim. Hingga sumur warga terjadi kekeringan di sejumlah lokasi.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani mengatakan secara umum, kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan hingga tiga hari ke depan (22 – 24 September 2026) diprakirakan masih didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan dan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat serta angin kencang namun bersifat lokal (tidak merata) pada siang hari.
Sementara itu kondisi angin permukaan bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan 05 – 25 km/jam dengan suhu udara teramati dapat mencapai 31°C.
Secara meteorologis, kondisi tersebut diprakirakan karena masih adanya pengaruh dari aktivitas Gelombang Ekuator Rossby di sekitar Barat wilayah Kepulauan Riau yang turut berkontribusi dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan. “Terpantaunya daerah belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan menyebabkan perlambatan massa udara dan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan,”terangnya.
Sementara itu, kondisi suhu muka laut yang masih hangat, berkisar antara 29 – 30°C dengan anomali negatif ke positif sekitar -0,5 – 1,0°C menyebabkan peningkatan uap air ke atmosfer, nilai kelembapan udara yang relatif cukup kering hingga basah pada atmosfer lapisan permukaan hingga menengah dengan nilai 30 – 100% dan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil sedang ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan awan konvektif tersebut.
Berdasarkan pemantauan Citra Satelit Himawari pada tanggal 22 September 2026 pukul 16.00 WIB, sebagian wilayah Kepulauan Riau termasuk wilayah Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan masih termasuk wilayah yang terindikasi sebagai wilayah yang terdampak kabut asap kiriman dari wilayah Kalimantan.
Secara umum, saat ini hembusan angin di wilayah Kepulauan Riau dominan bertiup dari arah Tenggara ke arah Utara – Timur Laut.
Sedangkan berdasarkan pemantauan data hotspot pada tanggal 22 September 2026 tidak teridentifikasi adanya titik panas di sekitar wilayah Pulau Bintan.
Meskipun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi munculnya kabut asap lokal dikarenakan kondisi cuaca beberapa hari kedepan yang masih terpantau relatif kering hingga basah dengan tiupan angin yang relatif kencang.
Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) dan laporan kejadian kebakaran dari BPBD juga masih terdapat indikasi kebakaran lahan/hutan di sejumlah wilayah Pulau Bintan.
Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan asap dan, apabila kebakaran meluas serta berlangsung dalam waktu yang lebih lama, dapat menyebabkan penurunan kualitas udara di wilayah sekitarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Informasi cuaca terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG serta laman resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id, https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id, https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg. (rul)