Home » Zona Kepri » Proyek Pemotongan Bukit Bandara RHF Di Duga Sarat Dengan KKN

Proyek Pemotongan Bukit Bandara RHF Di Duga Sarat Dengan KKN

demo kajati 1Tanjungpinang,zonakepri- Pelaksanaan lelang proyek pemotongan bukit di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dengan anggaran Rp27,4 miliar dari APBD Provinsi Kepri Tahun 2014,  diduga syarat dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pemenang lelang proyek yakni PT Bintanika Jaya yang berkantor di Jalan Rawasari Tanjungpinang diduga mencatut pimpinan Kejaksaan Tinggi Kepri. Sehingga Pokj 7 Dinas Perhubungan Provinsi Kepri menyatakan dari 19 perusahaan yang mengikuti tender proyek, hanya 1 yang memenuhi syarat. Bahkan perusahaan plat merah pun dinyatakan tidak memenuhi syarat. Bahkan dua perusahaan plat merah diantaranya PT Waskita Karya dinyatakan tidak layak. Dan perusahaan lokal PT Bintanika Jaya yang memenuhi syarat.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ganyang Coruption Provinsi Kepri Bambang Irawan bersama jajaran pada hari ini, Senin 26 Mei 2014, melakukan orasi damai dan menyerahkan berkas dokumen lelang proyek, foto copi peserta lelang, surat ijin orasi damai dari Kapolres Tanjungpinang, hasil pemenang lelang, risalah proyek pemotongan bukit bandara RHF serta lokasi proyek kepada Kejaksaan Tinggi Kepri yang diterima oleh Robert H Panjaitan mewakili Kepala Kajati Kepri.

Menurut Bambang aroma KKN sudah tercium sebelum pengumuman lelang proyek tiga hari sebelum pengumuman 24 Mei 2014. “Kami meminta agar pihak Kajati mengusut dan berkoordinasi dengan Gubernur Kepri untuk membatalka  pemenang lelang, selanjutnya melakukan lelang ulang proyek pemotongan bukit bandara RHF dengan mengganti pokja 7 selaku panitia lelang Dinas Perhubungan Privinsi Kepri,”sebut Bambang.(irul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top