Tanjungpinang,Zonakepri – PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) kembali mendatangkan 150 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok Untuk dipekerjakan Industri Kawasan Ekonomi (KEK) Galang Batang Kabupaten Bintan.
Ratusan TKA asal Tiongkok yang direncanakan tiba besok Sabtu 5 September 2020 akan ditempatkan sebagai tenaga ahli pemasangan kelengkapan mesin dan kelengkapan alat produksi di area industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.
Operasional Manager PT. BAI, Zulkarni Alfikri mengatakan kedatangan 150 TKA besok, Sabtu (5/8/20) merupakan satu kesatuan dengan kedatangan TKA sebelumnya.
“Jumlah mereka sebanyak 500 orang, karena besok yang akan tiba belum sesuai standarisasi administrasi ketenagakerjaan sesuai undang undang dan peraturan pemerintah RI sehingga kedatangan mereka tertunda. Setelah seluruh dokumen dan administrasi 150 TKA tersebut dinyatakan lengkap maka mereka memperoleh ijin untuk datang dan bekerja di PT. BAI.
Hal ini disampaikan dalam agenda coffee morning yang di gagas PT. BAI bersama jajaran TNI dan Polri serta seluruh instansi, Jumat 4 September 2020. Hadir dalam pertemuan yang diadakan di Ball Room Hotel Bali, Jalan Sei Jang, Kota Tanjungpinang tersebut Asisten II Pemprov Kepri DR. H. Syamsul Bahrum bidang ekonomi pembangunan juga sebagai sekretaris dewan Kawasan.
Syamsul Bahrum dalam kesempatan itu berharap kepada peserta yang hadir untuk memberikan pengertian, pemahaman dan penjagaan investasi yang sedang berjalan di kawasan PT.BAI. “Itu investasi legal berdasarkan Undang Undang dan Peraturan Pemerintah RI,”ungkapnya.
Disamping itu, Agus Jamaludin, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang berharap kedatangan 150 TKA yang dijadwalkan akan tiba sekitar pukul 01.00 Wib langsung dari Cina wajib melalui seluruh prosedur sesuai protokol kesehatan.
“Para TKA wajib di swab PCR, wawancara epidemologi dan seterusnya sesuai protokol kesehatan, bahkan para TKA wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Dalam proses karantina mereka wajib dikontrol baik pengecekan suhu tubuh 2 kali sehari, melakukan aktifitas olahraga dan sebagainya,”ujar Agus.
Bahkan agus juga minta seluruh personil yang terlibat dalam penjemputan, pengawalan hingga pengantaran TKA wajib menggunakan hasmat atau alat pelindung diri, kepala KKP ini juga minta kepada managemen PT. BAI untuk mengendalikan seluruh bekas alat kesehatan, atau APD yang bekas digunakan para TKA.
Perwakilan otoritas Angkasa Pura, Rizal berharap seluruh petugas yang dilibatkan dalam penanganan TKA wajib dilengkapi papan nama sebagai identitas untuk memudahkan pihak Angkasa Pura sterilisasi kawasan bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) dari pihak pihak yang tidak punya kepentingan.