Zonakepri.com – Ketersediaan bahan pokok di Kota Tanjungpinang dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al Qayyum, yang menyebut pasokan sejumlah komoditas penting seperti minyak goreng, beras, dan gula pasir masih mencukupi.
Sadmi menjelaskan, pihak asosiasi menaungi berbagai kebutuhan bahan pokok masyarakat, mulai dari minyak goreng, beras, gula, tepung hingga susu. Untuk kebutuhan minyak goreng selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, saat ini telah tersedia stok sekitar 75.000 dus yang telah masuk ke Tanjungpinang.
Pasokan minyak goreng tersebut berasal dari dua pabrik utama, yakni dari Medan melalui pabrik Yorgon serta dari Dumai melalui pabrik First Resources. Setiap bulan, alokasi dari Medan mencapai sekitar 75.000 dus, sedangkan dari Dumai sekitar 31.800 dus.
Selain dari dua pabrik tersebut, distribusi juga diperkuat oleh BUMN pangan seperti ID Food dan Perum Bulog yang menyuplai sekitar 40.000 hingga 60.000 dus minyak goreng setiap bulan.
“Dengan pasokan yang ada saat ini, kebutuhan masyarakat Tanjungpinang masih tergolong aman meskipun permintaan meningkat selama Ramadan,” ujar Sadmi, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, distribusi bahan pokok tidak hanya untuk Kota Tanjungpinang saja, tetapi juga disalurkan ke sejumlah daerah lain di Kepulauan Riau seperti Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Untuk kebutuhan beras, stok yang tersedia saat ini berkisar antara 200 hingga 300 ton. Harga beras juga masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.200 per kilogram. Ketersediaan beras turut didukung oleh program beras SPHP dari Bulog.
Meski sebagian besar bahan pokok dalam kondisi aman, Sadmi mengakui masih terdapat kendala pada pasokan santan dan susu full cream yang hingga kini belum masuk ke Tanjungpinang.
Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan bahan baku serta adanya kenaikan harga di tingkat produsen.
“Semoga minggu depan pasokan santan dan susu full cream sudah bisa masuk sehingga kebutuhan masyarakat menjelang lebaran dapat terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, untuk harga minyak goreng, ia memastikan tidak ada kenaikan dan tetap dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter dengan merk Minyak Kita.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan harga minyak goreng yang dijual di atas HET.
“Kalau di lapangan ditemukan harga di atas Rp15.700, masyarakat bisa melaporkannya dan akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (Ki)