Renovasi Vihara Bahtra Sasana Tanjungpinang Terkesan Terbengkelai

Renovasi Vihara Bahtra Sasana Tanjungpinang

Zonakepri.com-Pelaksanaan renovasi Vihara Bahtra Sasana di Jalan Merdeka  Tanjungpinang sudah berlangsung sekitar 10 tahun lamanya, namun hingga kini belum selesai.

Penampakan Vihara dari samping

Kondisi Vihara yang masih berserakan kayu kayu bangunan membuat benda cagar budaya (BCB) yang dibangun tahun 1857 oleh masyarakat etnis Tionghoa terlihat kurang rapi sehingga mengurangi keindahan kawasan kota lama Tanjungpinang.

Meski Vihara yang berlokasi dekat Kantor Polsek Tanjungpinang Kota  masih bisa difungsikan warga Tionghoa untuk sembahyang. Terutama saat perayaan Imlek tahun 2025 ini.

Tim pendukung Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kepri Buana mengharapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang memantau proses renovasi klenteng atau vihara yang diketahui punya riwayat sejarah panjang dan masuk kategori Benda Cagar Budaya (BCB) yang dilindungi.

“Renovasi BCB ini jangan seperti terabaikan, karena  dampaknya membuat suasana sekitar terkesan semrawut dan daya pikat wisata Tanjungpinang menjadi berkurang,”harapnya.

Menyikapi pelaksanaan renovasi BCB Vihara Bahtra Sasana yang terkesan terbengkalai ini, Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Wimy Darma Hidayat menyatakan pihaknya bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) telah meninjau pelaksanaan renovasi Vihara Bahtra Sasana beberapa waktu lalu.

Hasil tinjauan terhadap kegiatan renovasi BCB ini, bahwa tujuan pelaksanaan renovasi untuk keselamatan warga yang menunaikan sembahyang di Vihara agar lebih nyaman dan tenang. Sehingga ada sejumlah bagian yang diperbaiki. “Barang barang tidak dihancurkan, tapi disimpan di lantai 2. Pada saat finishing, barang barang yang disimpan akan dipasang kembali. Sehingga tidak menghilangkan ornamen,”sebut Wimy, Minggu 2 Februari 2025.

Menurutnya, untuk keselamatan jemaah yang menunaikan sembahyang maka dimaklumi untuk mengganti bahan bangunan yang lama dengan yang baru. “Sudah dikaji tim ahli, ada beberapa ornamen yang sudah tidak bisa dipakai lagi, mengingat untuk keselamatan jemaah maka dimaklumi  untuk mengganti dengan bahan yang sama selagi tidak merubah bentuk asli,”terangnya.

Wimy mengatakan, untuk renovasi BCB memang tidak mudah. Butuh tenaga ahli arsitektur maupun ahli di bidang bahan bangunan. Sehingga BCB tidak merubah dan menghilangkan bentuk asli.

Disebutkannya, BCB gereja ayam Tanjungpinang telah direnovasi oleh Pemprov Kepri menggunakan anggaran dari Pemerintah. Sedangkan untuk renovasi BCB Vihara Bahtra Sasana murni dilakukan oleh pihak Yayasan dengan melibatkan donatur. (rul)

 

Benda cagar budayaDinas Kebudayaan dan PariwisataRenovasi Vihara Bahtra SasanaTerkesan Terbengkalai
Comments (0)
Add Comment