Pada album Madah, budak Penyengat ini menyajikan sembilan lagu instrumental dengan ragam tema. Ryan memanfaatkan bunyi-bunyi digital untuk menambah kaya nuansa komposisi lagunya.
Walau sudah dirilis secara resmi di kanal-kanal digital, album ini tetap akan diluncurkan secara seremonial. Hajatan ini diprakarsai secara mandiri oleh kawan-kawan sepermainan Ryan, yang merasa album ini tetap perlu dirayakan bersama.
“Saya menawarkan ke pendengar sesuatu yang lain dari gambus, semoga bisa diterima dengan baik,” harapnya.
Album Madah ini sudah dipasarkan secara digital di peron musik di gawai. Dan sudah bisa didengar di Spotify atau Joox atau Deezer dan juga iTunes.
Fatih Muftih, inisiator peluncuran album Madah mengatakan dirinya dan teman-teman ingin menemani Ryan mengantar lagu ini secara langsung kepada para pendengar di Tanjungpinang.
Dalam peluncurannya nanti, sambung Fatih, bukan melulu Ryan tampil membawakan instrumental terbarunya. Ada pula banyak penampilan seni dan juga diskusi.
“Terhibur dan tercerdaskan. Begitu kami mengonsep acaranya,” kata Fatih Rabu 27 November 2019.
Dalam peluncuran album Madah Siapa pun boleh datang. Siapa pun boleh bergabung, tanpa terkecuali. “Mari datang dan ikut merayakan album kedua musisi Tanjungpinang ini,”ajaknya. (zk)