Zonakepri. Com-Bulan Ramadhan, senantiasa disemarakkan dengan maraknya pedagang yang berjualan takjil untuk berbuka puasa.
Pedagang beragam kue yang saat hari biasa berjualan pagi hingga siang hari, saat bulan Ramadhan membuka jualan pada siang hingga sore tiba waktu buka puasa.
Salah satu pedagang takjil tersebut yakni pedagang Serabi Solo yang kini hadir di Kota Tanjungpinang dan telah berjualan sejak tiga bulan lalu. Dengan lokasi jualan di pinggir jalan seberang jalan Pasar Bestari Bintan Center Km 9 Tanjungpinang.
Rasa Serabi Solo yang lumer di tengah dan kriuk di bagian tepi kue memiliki pilihan isian rasa coklat dan jagung yang dibungkus daun pisang telah menarik selera warga Tanjungpinang.
“Setiap hari berjualan baik hari biasa maupun Ramadhan. Serabi Solo juga menerima pesanan,” Sebut Bu Iin yang mengaku asli dari Solo Jawa Tengah, 4 Maret 2025.
Serabi Solo yang memiliki rasa gurih dari santan kelapa, manis dari gula tersebut dijual dengan harga cukup terjangkau Rp2000 per biji.
Proses pembuatan Serabi Solo dilakukan di tempat jualan. Mulai dari mencampur adonan hingga menggoreng serabi menggunakan penggorengan yang terbuat dari tanah liat. Sehingga pembeli bisa merasakan serabi solo yang masih hangat ataupun panas setelah diangkat dari penggorengan.
“Proses pembuatan serabi solo dilakukan secara tradisional menggunakan penggorengan tanah liat. Ada sebanyak 15 kuali penggorengan ukuran kecil beserta tutupnya yang digunakan untuk menghasilkan serabi solo dengan jumlah banyak dengan cara cepat,” terangnya.
Menurut Bu Iin, setiap hari dihabiskan sekitar 7 kg tepung beras untuk memasak Serabi Solo. “Kalau ada pesanan, maka bisa lebih dari 7 kg, ” ujarnya.
Untuk berjualan serabi solo ini, Bu Iin dibantu seorang pekerja yang menggoreng serabi solo sekaligus mengangkat serabi yang sudah masak dari kuali penggorengan.(rul)