Tanjungpinang,Zonakepri-Kaum ibu mulai pening mengatur keuangan, pasalnya harga kebutuhan satu demi satu telah merangkak naik, diantaranya beras. Setelah sebelumnya harga telur dan gula pasir.
Kenaikan harga didahului minyak goreng yang terjadi beberapa tahun terakhir. Selanjutnya kenaikan harga telur terjadi sejak sebulan ini. Dari sebelumnya Rp17.500 untuk jumlah 10 butir kualitas nomor 3 harganya menjadi Rp18.500. Telur nomor 2 per 10 butir Rp19.000 sedangkan nomor 1 Rp19.500.
Sedangkan harga gula pasir telah mengalami kenaikan juga sejak beberapa Minggu ini. Dari harga sebelumnya sekitar Rp11 ribu hingga Rp 12.500. kini harga per kg gula pasir mencapai Rp14 ribu untuk harga di swalayan.
Saat ini kenaikan harga menyusul harga beras yang secara perlahan naik. Untuk harga beras cap burung merak harga per 5 kg Rp 69.000, Harumas Rp70.800, Mama Mea Rp 72.000. Padang Raya Rp72.000. Pohon Pisang Rp70.000, Sania Rp71.500, Siip Rp71.000, Gajah Rp68.500. “harga beras sudah naik. Kenaikan bervariasi untuk masing masing beras,”sebut Maya pekerja di salah satu swalayan di Tanjungpinang.
Salah satu warga yang sedang berbelanja di swalayan tersebut mengatakan harga beras Cap Nasi Padang sebelumnya Rp114 ribu per 10 kg, saat ini naik menjadi Rp126 ribu. “Harga beras naik semua. Tapi masih bisa membeli beras yang murah sesuai kemampuan saja,”sebut Bu Dewi Rabu 9 Agustus 2023.
Dikatakannya, belanja membawa uang Rp 100 ribu saat ini tidak lagi bisa memborong belanjaan. Namun hanya bisa membeli beberapa barang kebutuhan pokok saja. Karena harga harga kebutuhan sudah naik.
Menurut salah satu warung kelontong yang berjualan di pinggir jalan Daeng Kemboja Santi, harga beras memang sudah naik. Untuk harga beras burung merak, beras gajah dipatok harga per 5 kg menjadi Rp70 ribu. Sebelumnya harga beras cap burung merak Rp68 ribu sedangkan cap Gajah merah juga sama Rp68 ribu per 5 kg dengan harga per Kg Rp 14 ribu. Harga beras cap Gunung Daik yang sebelumnya Rp 11 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg.
Sementara itu, penjual beras di warung Rama untuk harga per Kg beras cap Padang Raya sebelumnya dijual Rp 14 ribu naik menjadi Rp15 ribu. Beras cap Gajah merah naik dari Rp 14 ribu per kg menjadi Rp14.500. Beras cap burung merak naik dari Rp 13 ribu menjadi Rp14 ribu per kg. “Naik ya tipis tipis saja dulu. Nanti pelanggan terkejut,”ungkapnya.
Namun Rama tidak tahu alasan harga beras merangkak naik saat ini. “Tak tahu kenapa harga beras jadi naik. Saat mendatangkan beras dari pemasok, harga sudah naik,”terangnya.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang Riany dikonfirmasi terkait kenaikan harga beras mengatakan sampai saat ini harga beras yang dipantau masih stabil.
Adapun kenaikannya itu perkarung. Menurut pedagang yang ada dipasar tradisional kenaikan perkarung ini tidak menimbulkan masalah bagi pembeli.
untuk beras terdiri dari 2 type:
1. medium
2. premium
Untuk type medium, menurut keterangan pihak bulog, harganya masih belum ada kenaikan.
2. Untk jenis premium ini tidak diatur oleh Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kemaren kita sudah mengunjungi salah satu distributor beras. ada indikasi beras jenis IR64 (beras dengan nasi pulen) akan mengalami kenaikan,”terangnya.
Menurutnya, beras yang saat ini banyak beredar beras tergolong beras medium yang murah. Masyarakat bisa mengkonsumsi beras jenis yang disukai
Sedangkan untuk telur sampai sekarang masih stabil. Distributor telur mengeluarkan beberapa jenis nomer telur nomer 1 Rp 58.000 per papan ukuran 30 butir. Telur nomer 2 Rp 56.000, Telur nomer 3 Rp 55.000.
“Kenaikan harga telur perpapan sekitar Rp 1500 rupiah. Jika Rp 1500 dibagi 30 butir untuk per papan maka kenaikan Rp50 per butir,”jelasnya.
Menurutnya, pemantauan harga yang dilakukan terdiri dari 3 tempat. Meliputi
1. pasar tradisional
2. pasar modern (mini dan supermarket)
3. distributor
“Masyarakat yang berbelanja di warung kelontong di perumahan sudah pasti harganya bergeser naik,”paparnya. (rul)