“Kalau sudah kompak dan bersama, Kepri akan terus dalam suasana damai dan persaudaraan antara sesama terus terjalin. Kedamaian, kenyamanan, ketentraman akan memberi dampak baik bagi perkembangan ekonomi Kepri ini. Paling tidak, investasi dan dunia kepariwisataan ikut bergairah,” kata Isdianto, di Bandara Hang Nadim, Batam, Jumat (31/1) petang.
Dalam membangun persaudaraan dan kebersamaan itu, Isdianto memang selalu mewujudkannya melalui silaturahmi. Kini, dalam banyak kesempatan, bangunan silaturahmi dengan masyarakat terus dilakukannya.
Dirinya selalu berupaya membangkitkan potensi-potensi yang ada. Dalam kunjungannya ke sejumlah desa, misalya, Isdianto selalu mengajak masyarakat desa untuk membangkitkan potensi wisata. Selain itu, potensi perikana kelautan dan pertanian daerah juga menjadi perhatian khusus untuk semakin dikembangkan.
Silaturahmi itu dilakukan Isdianto dalam banyak model. Dalam kunjungan-kunjungan kerja, dia selalu memgambil sesi untuk berdialog dengan masyarakat. Di situ, Isdianto menjemput aspirasi. Program dan usulan prioritas untuk pembangunan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat selalu dapat perhatian serius.
Malah kini, dalam beberapa kesempatan, Isdianto pun selalu menyapa warga dengan bersepeda. Ketika petang, baik saat acara ataupun selesai aktivitas kantor, Isdianto selalu bersepeda untuk menyapa warga.
“Tiap kesempatan harus ada momen silaturahmi. Berbincangan dengan masyarakat. Menjemput aspirasi untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” kata Isdianto.
Isdianto selalu berpesan kepada masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan. Karena dengan terjaganya rasa persaudaraan, perselisihan yang menyebabkan putusnya silaturahim bisa dihindari.
“Semua yang dilakukan muaranya untuk peningkatan kesejahteran masyarakat Kepri,” kata Isdianto.(Zk)