Ketua Umum AKKOPSI yang juga Walikota Jambi, DR. H. Syahrif Fasha, ME dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan CSS XIX 2019 Banjarmasin di mulai 23-25 September 201, dihadiri 492 Pemerintah Daerah, Bupati/Walikota yang tergabung dalam anggota AKKOPSI se- Indonesia.
Syahrif menyebutkan,dalam pertemuan membahas sejumlah persoalan sanitasi, pengelolaan air bersih hingga limbah oleh kabupaten dan kota se- Indonesia dengan mengusung tema “Kepemimpinan Kuat Sebagai Kunci Sukses dalam Keberlangsungan Layanan Menuju Akses Sanitasi Aman”.
Kegiatan dibuka secara resmi Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan,ucapan terimakasih dan apresiasi atas komitmen para anggota AKKOPSI hingga terselenggaranya kegiatan Yang mengangkat isu yang berkaitan dengan air minum, air limbah maupun persampahan dan di bahas bersama dalam pertemuan city sanitation summit (CSS) XIX di Banjarmasin.
“Target dalam menentukan prioritas RPJMN 2020-2024, rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dan aman mencapai 90% (termasuk 20% aman) sedangkan buang air besar sembarang (BABS) di tempat terbuka 0%,” ungkap Bambang.
Lanjut Bambang, adapun upaya dalam menjawab tantangan tersebut adalah dengan Perencanaan dan Pembiayaan kreatif untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan penyediaan akses air minum dan sanitasi Serta pengelolaan air limbah aman, Kerjasama dengan sektor swasta untuk pembiayaan, peningkatan kualitas layanan, inovasi, marketing dan advokasi.
“Pembelajaran antar sesama pelaku (horizontal learnings) sebagai bagian dari penguatan kapasitas pemerintah daerah, Mempercepat Stop BABS di tempat terbuka melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan kampanye hidup bersih sebagai gaya hidup,” tutup Bambang.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Tanjungpinang, H Syahrul S.Pd, yang turut hadir mengatakan, kegiatan pertemuan City Sanitation Summit (CSS)merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya.dirinya berharap kedepannya tentu secara berkelanjutan melalui hasil rapat koordinasi merekomendasikan agar pemerintah pusat bisa memberikan pemahaman melalui pemerintah provinsi dan dapat terus di lanjutkan kepada pemerintah dalam hal ini Bupati/Walikota yang tergabung dalam anggota AKKOPSI se-Indonesia.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam hal ini, sudah mulai melakukan aksi akan kesadaran dari masyarakat melalui dinas-dinas terkait, sudah mencanangkan bebas BABS di tempat terbuka, yang sudah diterapkan di beberapa kecamatan dan kelurahan di bawah kepemerintahan, dan juga salah satu upaya pemerintah merubah polah hidup manusia yang jauh lebih akan kesehatan,” tutup Syahrul.
Kegiatan CSS AKKOPSI ke-XIX dihadiri, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, Walikota/Bupati se-Indonesia. Dari Pemerintah Kota Tanjungpinang turut diikuti oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Teguh Ahmad Syafari, M.Si, Kepala Bapelitbang, Ruli Friady, S.Sos, M.Si, dan Kadis PMPTSP, Drs. Muhammad Iksan, M.Si.***