Zonakepri.com-Selang tiga tahun dari peresmian, Taman Migas Tun Telani yang berlokasi di Dompak Kota Tanjungpinang kondisinya memprihatinkan. Banyak alat permainan yang rusak dan terbengkelai.
Ayunan anak ada yang tidak lagi bisa dipakai. Adapun ayunan yang bisa dipakai, namun bagian bawah ada genangan air hujan saat musim hujan. Sehingga ayunan tidak bisa dipakai.
Sementara alat mainan anak anak lain berupa plosotan, pada tali panjatan untuk naik ke atas pun hilang.
Demikian juga rumput yang berada di dalam kawasan Taman Tun Telani pun sudah tinggi dan tidak dipangkas.
Jamil dan Jaurina yang berjualan aneka makanan dan minuman di sekitar Taman Tun Telani mengatakan, lampu lampu taman pun banyak yang hilang dicuri orang. “Petugas jaga hanya sampai pukul 24.00 wib saja. Sehingga banyak lampu yang dicuri orang,”ujarnya ditemui Minggu 4 Mei 2025.
Menurut Jamil, hanya mereka saja yang bertahan berjualan di area Taman Tun Telani, pedagang makanan dan minuman lainnya sudah pindah ke tepi laut.
Jamil mengatakan, meski peralatan permainan sudah banyak yang rusak, namun masih ada warga yang singgah untuk duduk duduk saja saat sore hari.
Taman migas tun telani merupakan bantuan program pengembangan masyarakat 2021 oleh Medco E&P Indonesia dan premier oil-A Harbour Energy Company.
Berdasarkan prasasti Peresmian Taman Tun Telani dilakukan pada 17 Januari 2022 silam oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama SKK migas Rikky Rahmat Firdaus selaku kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi selaku VP Relations and Security Premier oil A Harbour Energy Company serta Buyung Heru Satria selaku Government Affairs Manager.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat peresmian mengatakan Taman Migas Tun Telani sebagai salah satu taman yang ramah anak di pusat ibukota Provinsi Kepri.
Keberadaan taman itu juga menjadi salah satu upaya untuk menunjang peningkatan indeks kebahagiaan di Provinsi Kepri.
Gubernur Ansar mengajak seluruh masyarakat Kepri yang nantinya menikmati taman ini dapat ikut menjaga kebersihan dari Taman.
“Jangan sampai taman yang sudah indah ini dirusak dan tidak dijaga,” pesannya. (rul/Kominfo)