Tanjungpinang dan Bintan Masih Bebas ASF

foto kementrian pertanian .go.id

Tanjungpinang,Zonakepri– Antisipasi masuknya virus ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika, Balai Karantina Pertanian  memperketat pengawasan dan mencegah masuknya penyebaran demam babi Afrika ke Tanjungpinang dan Bintan.

Berdasarkan data di wilayah Provinsi Kepri ada tiga unit kerja yang melakukan pengawasan yakni Karantina Batam, Karantina Tanjungpinang,Karantina Tanjung Balai Karimun meliputi wilayah kerja pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Moro, Parit, Rempak, Sri Bintan Pura dan Sri Payung, Sri Bayintan, Tanjung Uban, Pulau Bulan, Lagoi, Pelantar II, Batu Ampar, Telaga Punggur, Sekupang, Batam Center, Harbour Bay, Bandara Haji Fisabilillah,Hang Nadim serta Kantor Pos Tanjungpinang dan Batam.

ASF disebabkan oleh virus DNA Genius Asfivirus, Familia Asfaviridae mengakibatkan kesakitan dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga mencapai 100 persen.

Penyebaran virus ASF dapat melalui daging, produk olahan daging babi yang diproses dengan pemanasan yang tidak cukup, juga sisa sisa katering dan sisa makanan bawaan penumpang dan awak kabin dalam angkut transportasi internasional baik kapal laut, ataupun pesawat serta campuran pakan (swiil Feeding). Virus ini juga dapat terbawa oleh peternak maupun petugas kesehatan hewan yang terkontaminasi seperti baju dan lainnya.

Kasi Karantina Tumbuhan, Khalid Daulai mengatakan, sebagai daerah yang memiliki pintu masuk dengan negara lain di perlukan perhatian khusus dan harus terus dilakukan pengawasan yang ekstra agar penyebaran penyakit demam babi Afrika ini tidak masuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan.Dan demam babi ini sudah menyebar di Filipina, maka perlu peningkatan pengawasan di pintu masuk Kota Tanjungpinang dan Bintan.

Menurut Khalid, untuk Kota Tanjungpinang dan Bintan masih bebas virus ASF, meski demikian tetap dilakukan pengawasan bersama instansi terkait. Diantaranya sosialisasi kepada tamu atau turis dari manca negara untuk tidak membawa produk yang memungkinkan membawa penyakit ASF

Mengingat babi merupakan salah satu andalan ekspor Provinsi Kepri ke negara tetangga, maka jika peternakan babi sudah terkena virus ini maka dipastikan mempengaruhi nilai ekspor Kepri khususnya Kota Tanjungpinang. “Setiap hari diekspor 1000 babi ke Singapura,”ujar Khalid, Jumat 8 November 2019.

Comments (0)
Add Comment