Zonakepri.com-Cuaca panas berkepanjangan sebagai dampak El Nino dengan curah hujan yang sangat minim terjadi dalam beberapa bulan ini berdampak pada waduk Sungai Pulai di Tanjungpinang.
Ketinggian waduk sungai Pulai di Tanjungpinang sebagai pensuplay utama kebutuhan air bersih untuk masyarakat Tanjungpinang terus menyusut dan kini setinggi 0,56 M diatas mistar.
Namun, dibawah 0 meter mistar pengukur, ketinggian permukaan waduk masih 6 meter. Namun jika kondisi cuaca terus menerus panas terik dan belum turun hujan juga maka ketinggian dibawah mistar dari 6 meter juga akan menyusut. Diperkirakan, jika tersisa 2 meter dibawah mistar, maka air sudah bercampur endapan lumpur.
Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirtakepri Razak menyebutkan meski kondisi waduk sungai Pulai terus mengalami penyusutan setiap hari namun distribusi air bersih untuk pelanggan masih wajar. Ada pengurangan waktu distribusi dari biasanya bisa buka kran air 24 jam sehari, kini sudah 12 jam. Karena air dialihkan untuk pelanggan di wilayah lain.
Menurut Razak, PDAM Tirtakepri mewacanakan untuk melakukan penjadualan distribusi air bersih, mengingat ketinggian waduk sungai Pulai sudah menyusut dari hari ke hari.
“Rencana penjadualan akan disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan.,”sebut Razak, Sabtu 26 September 2026.
Penurunan ketinggian permukaan waduk sungai Pulai ini, juga diikuti penurunan ketinggian permukaan waduk di Gesek Bintan. Untuk ketinggian waduk Gesek saat ini mencapai 0,25 m.
Menurut Razak, dengan adanya penurunan ketinggian permukaan waduk Sungai Pulai dan Gesek, berdampak pada penurunan debit air ke pelanggan.
Debit air bersih saat ketinggian waduk sungai Pulai kondisi normal mencapai 4,20 m diatas mistar sebanyak 220 liter per detik. Namun dengan penurunan ketinggian permukaan air, maka debit air berkurang menjadi 200 liter per detik. Jika suplay normal, debit air bisa mencapai 290 liter per detik jika mendapat tambahan suplay air dari waduk Gesek.
Selain melayani pelanggan, PDAM Tirtakepri juga melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kekeringan. Bahkan lori air PDAM Tirtakepri juga dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih untuk membantu BPBD mendistribusikan air bersih. Juga Dinas PUPR pun menurunkan armada untuk membantu distribusi air bersih kepada masyarakat yang sumurnya mengering. Bahkan masyarakat Pulau Penyengat juga disuplay air bersih, mengingat aliran air SWRO ada gangguan.
Razak menyebutkan, berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG, curah hujan tinggi akan terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Salah satu pelanggan air PDAM Tirtakepri di sekitar kawasan taman batu 10 Tanjungpinang mengatakan distribusi air bersih masih normal, hanya biasanya mengucur deras sekarang berkurang. “Air PDAM di tempat jualan masih normal,”sebutnya.
Sementara itu, salah satu pelanggan air PDAM di perumahan sekitar pasar Bincen mengalami kendala. “Aliran air sudah macet selama empat hari,”sebut Bu Rum belum lama ini. (rul)